Akhir Mei

Kevin Durant Tampil Ganas, Golden State Warriors Selangkah Lagi Tampil ke Final NBA

BeritaBintangKevin Durant Tampil Ganas, Golden State Warriors Selangkah Lagi Tampil ke Final NBA

Tim Golden State Warriors hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk bisa tampil ke partai puncak NBA 2016-2017. Hal tersebut hampir dipastikan setelah Warriors sukses meraih kemenangan yang ketiga kalinya atas San Antonio Spurs pada Minggu (21/5/2017) dini hari WIB.

Pada leg ketiga yang dimainkan di kandang Spurs itu, Warriors sukses menekuk tim tuan rumah itu dengan skor 120-108. Kemenangan tersebut membawa Stephen Curry kolega itu unggul agregat sementara dengan skor 3-0.

Kevin Durant kembali menjadi pahlawan setelah mencetak poin terbanyak pada laga tersebut bagi kemenangan Warriors. Total Durant berhasil memasukkan angka ke jaring ring sebanyak 33 poin.

[ Baca Juga – Akhir Mei 2017, Timnas Basket Indonesia Jalani TC  ]

“Pertandingan yang dia lakukan di game ketiga ini adalah obat. Dia benar-benar menjawab pada saat yang tepat untuk kami. Pada saat iut sama seperti orang yang mendapat tangan panas, berikan saja bolanya dan biarkan dia melakukan apa yang dia lakukan,” ungkap Curry, mengutip dari USA Today, Minggu (21/5/2017).

Laga penting bagi Warriors akan berlangsung pada Selasa 23 Mei 2017 dini hari WIB dan masih dimainkan di kandang Spurs, AT&T Center. Jika tak meraih kemenangan, laga berikutnya akan terus dimainkan hingga salah satu tim mengoleksi empat angka pada babak semifinal ini.

Menyoal Dugaan Korupsi Ahok, Amien Rais Sebut Penegakan Hukum Super Diskriminatif

BeritaBintangMenyoal Dugaan Korupsi Ahok, Amien Rais Sebut Penegakan Hukum Super Diskriminatif 

Tokoh reformasi Amien Rais menyatakan penegakan hukum di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ‎super diskriminatif. Ia menyinggung hal itu dengan berkaca pada penanganan kasus dugaan korupsi RS Sumber Waras yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Zaman Pak Jokowi penegakan hukum (law enforcement) makin nggak karuan. Pelaksaan hukum super diskriminatif, bukan tebang pilih, itu masih lembut,” kata Amien saat memberikan pidato di acara Refleksi 19 Tahun Reformasi di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017) malam.

Contoh mutakhir ialah pada kasus operasi tangkap tangan (OTT) Ketua DPD Irman Gusman oleh KPK dengan besaran Rp100 juta pada kasus korupsi kuota gula impor. Ia diganjar hukuman 4,5 tahun penjara. Sedangkan kasus dugaan korupsi RS Sumber Waras yang dilakukan Ahok malah dilepaskan lembaga antirasuah.

[Baca Juga -“Akhir Mei 2017, Timnas Basket Indonesia Jalani TC “]

“Irman Gusman kena OTT nilainya Rp100 juta, dihadiahi hukuman penjara 4,5 tahun. Tetapi Ahok hampir 200 milyar (kasus RS Sumber Waras) berdasarkan temuan BPK, lepas ditangan KPK dengan alasan masih kurang bukti, disamping KPK yakin Ahok tidak punya niat jahat. Bukan main,” tandas Amien.

Logika hukum seperti ini, kata dia, dapat menjadi yurisprudensi, yakni perbuatan korupsi sebesar apapun tidak dapat diadili bilamana hakim yakin atau pura-pura yakin pelaku tidak punya niat jahat.

“Ini bisa jadi resep jitu mempercepat Indonesia menjadi lawless state atau lawless country. Negara dan negeri tanpa hukum,” pungkas dia.

Akhir Mei 2017, Timnas Basket Indonesia Jalani TC

BeritaBintangAkhir Mei 2017, Timnas Basket Indonesia Jalani TC

Tim nasional bola basket putra akan menjalani pemusatan latihan (TC) di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, mulai 24 Mei 2017, kata kepala pelatih Wahyu Widayat Jati.

“Rencananya TC digelar pada 24 Mei sampai 3 Juni 2017,” kata Cacing, sapaan akrab Wahyu, dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Dia melanjutkan, ada 15 pemain yang akan mengikuti TC tersebut, termasuk para anggota tim yang berkiprah di Kejuaraan Bola Basket Asia Tenggara SEABA 2017 di Filipina pada 12-18 Mei lalu.

Di kompetisi tersebut, Indonesia berhasil merebut peringkat kedua dengan rekor hanya sekali kalah dari enam laga. Mario Wuysang dan kawan-kawan, yang dijadwalkan tiba di Indonesia hari Sabtu 19 Mei 2017, hanya takluk dari Filipina yang akhirnya menjadi juara. Cacing belum merinci nama-nama pemain yang ikut dalam TC di Tangerang tersebut.

[ Baca Juga – Jadi Runner-Up SEABA 2017, Indonesia Akui Keperkasaan Filipina di Kawasan Asia Tenggara  ]

Yang pasti, lanjut dia, jajaran pelatih dan manajer saat ini sedang mencari pemain baru untuk menggantikan tempat Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan yang memutuskan untuk tidak lagi terlibat di semua kegiatan tim nasional.

“Sudah ada beberapa nama big man yang akan dipanggil. Namun, masih akan didiskusikan dengan staf kepelatihan,” tutur Cacing.

Setelah TC di Tangerang, timnas selanjutnya bakal mengikuti TC lanjutan di Amerika Serikat. “Kalo tidak ada perubahan, TC di AS digelar 4 Juni hingga 23 Juni 2017,” ujar Cacing.