free html hit counter

Soal Pemicu Gairah, Ini Bedanya Laki-laki dan Perempuan

BeritaBintang –Perempuan butuh tidur cukup, sedangkan lelaki nonton film porno,

Laki-laki dan perempuan membutuhkan pemicu yang berbeda untuk membangunkan gairah mereka. Untuk perempuan itu adalah tidur yang cukup, sedangkan laki-laki jawabannya adalah lebih banyak menonton film porno!

Kesimpulan ini diambil dari dua penelitian yang berebda. Penelitian pertama dirilis di Journal of Sexual Medicine spesialis, di mana peneliti dari University of Michigan Medical School meneliti 171 perempuan dewasa. Anggota tim menganalisis pola tidur responden dan mengaitkan dengan pengalaman seksual mereka.

“Laki-laki tidak dimasukkan dalam penelitian ini karena mereka memiliki pola yang berbeda,” kata laporan itu.

Hasilnya, perempuan yang lebih banyak tidur malam sebelumya akan lebih berhasrat pada hari berikutnya. Dan saat bercinta, mereka yang tidur cukup akan lebih mudah terangsang ketimbang mereka yang lelah.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan hasrat seksual bagi perempuan. Jika Anda mengalami masalah di kamar tidur, salah satu hal yang harus kita pikirkan adalah Anda mendapatkan cukup tidur?” ujar Dr David Kalmbach, yang menyusun laporan penelitian ini.

David menambahkan setiap jam tambahan tidur,  seorang perempuan 14 persen lebih mungkin untuk menginginkan seks berikutnya.

Sedangkan penelitian tentang pengaruh pornografi yang dilakukan psikolog dari Concordia University Kanada dan UCLA, AS mengungkap bahwa laki-laki yang lebih banyak menonton film porno akan lebih menginginkan seks. Hasil penelitian ini dirilis di jurnal online Sexual Medicine.

Di situ disebutkan penelitian terhadap 280 sukarelawan laki-laki yang mengaku menonton film porno hingga 25 jam seminggu.  Tim yang dipimpin Profesor Jim Pfaus dari Concorida dan Nicole Prause dari UCLA, menemukan mereka yang paling sering menonton film porno paling mudah terangsang.

“Mereka merespon lebih kuat terhadap erotika dibandingkan orang-orang yang jarang menonton film biru,” terang Nicole Prause.

Prause menambahkan, mereka juga tidak menemukan hubungan antara menonton pornografi dan disfungsi ereksi. Banyak dokter, ujarnya, mengklaim bahwa menonton erotika membuat laki-laki tak mampu merespon situasi seksual ‘normal’ dengan pasangan.

“Itu tidak terjadi di sampel kami. Sementara banyak orang berpikir akses mudah ke porno menyebabkan masalah di kamar tidur, penelitian kami menunjukkan sebaliknya,” tambahnya.

Tapi menurutnya, penelitian ini menemukan laki-laki yang suka menonton film porno sering mengalami kesulitan dalam mempertahankan hubungan dengan pasangan. Apakah boleh setuju atau menyangkal temuan ini.