free html hit counter

Siswa Korea Selatan terancam kehabisan seragam sekolah

BeritaBintang – Para siswa di Korea Selatan terpaksa memulai tahun ajaran baru dengan pakaian bebas karena kekurangan seragam sekolah.

Hal ini disebabkan penutupan perusahaan produsen pakaian di kawasan industri gabungan Korea Utara dan Korea Selatan di Kaesong.

Para produsen yang berbasis di Kompleks Industri Kaesong mengatakan mereka harus membatalkan ribuan pesanan seragam sekolah ketika Korea Utara memerintahkan semua pekerja Korea Selatan meninggalkan kawasan itu awal bulan ini.

Salah satu perusahaan produsen pakaian mengatakan kepada harian The Korea Times bahwa pengerjaan 80.000 seragam sekolah terbengkalai, dan beberapa produsen lainnya harus melakukan hal yang sama.

Akibatnya, para pemasok seragam sekolah harus bekerja lembur untuk mengejar ketinggalan, lapor harian itu.

Kementerian Pendidikan Korea Selatan pun mengakui bahwa akan ada keterlambatan dalam pasokan seragam sekolah. Karena itu, sekolah-sekolah sudah diinstruksikan agar membolehkan siswa mereka memakai pakaian bebas sampai seragam sekolah cukup untuk dibagikan.

Para siswa merasa senang dengan adanya pemberlakuan pakaian bebas ini, namun tidak demikian halnya dengan para orang tua.

Salah seorang orang tua mengatakan bahwa seragam merupakan bagian penting dari tahun ajaran baru. “Omong kosong ini mempengaruhi anak-anak secara negatif,” kata salah seorang orang tua siswa.

Tahun akademik dimulai 2 Maret mendatang dan sudah menjadi tradisi minggu-minggu menjelang pergantian akademik menjadi salah satu saat tersibuk untuk para pemasok seragam.