free html hit counter

Sindir Ahok, Roy Suryo: Jangan Ambisius, Nanti Gagal Maju

BeritaBintang – Partai Demokrat memperoleh kursi di DPRD DKI Jakarta. Untuk mengusung pasangan calon dalam Pilkada di Ibu Kota, minimal parpol atau gabungan parpol harus memiliki 22 kursi di parlemen.

“Kita sangat mungkin mengusung calon, dengan syarat berkoalisi dengan partai lain untuk DKI Jakarta,” kata Wakil Ketua II Partai Demokrat Roy Suryo di Yogyakarta, Minggu (13/3/2016).

Partai yang dinahkodai Susilo Bambang Yudhoyono ini tidak akan mendukung pasangan calon independen. Sebab, informasi yang berkembang calon incamben, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan kembali maju melalui jalur independen.

“Partai Demokrat tidak akan mendukung pasangan calon independen,” tegas pria trah darah biru dari Puro Pakualaman Yogyakarta ini.

Partai Demokrat, kata Roy, memiliki dua nama calon yang mengerucut. Salah satunya, dia sendiri yang dinilai calon muda yang memikili kepiawaan dalam mengalang masa.

Sedangkan nama lainnya, Maijen (Purn) Nahrowi Ramli yang menjabat Ketua DPD PD DKI Jakarta. Putra asli Betawi ini juga dinilai tegas, supel, dan tentunya mengerti betul kebijakan wilayah Jakarta.

“Tak ada nama lain kecuali dua nama yang muncul di internal, saya dan Pak Nahrowi,” katanya.

Mantan Menpora ini mengaku siap mengemban amanah yang ditugaskan partai jika mendapat mandat. Dia mengaku tidak ada keinginan pribadi untuk maju jika dicalonkan sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Seperti saat saya dapat tugas untuk menjabat Menpora. Keluarga saya yang pertama kali menertawakan, tak bisa olahraga kok jadi menteri, tapi 1,5 tahun menjalani prestasi cukup membanggakan,” jelasnya.

Begitu juga dengan Pilkada DKI Jakarta, Roy mengaku siap mengemban amanah yang ditugaskan oleh partai. Namun, terkait itu masih dalam pembahasan internal partai.

Sebab, bulan Agustus 2016 nanti baru bisa mengerucut siapa calon yang diusung karena bulan September sudah melakukan pendaftaran ke KPU. Roy mengaku belum final karena pasangan yang akan diusung akan diumumkan nantinya.

Saat ditanya elektabilitas Ahok cukup tinggi, Roy mengaku tidak masalah. Petahata itu belum sepenuhnya aman karena persyaratan calon independen baru akan keluar bulan Juni nanti.

“Kalau boleh mengutip kata Bu Risma (Wali Kota Surabaya), jangan ambisius, belum ada aturan sudah kumpulin persyaratan. Bisa saja nanti malah gagal maju karena tidak memenuhi syarat,” sindirnya.

Roy berharap semua parpol, kecuali Nasdem yang sudah mendukung Ahok, untuk bersatu mengusung satu pasangan calon. Sehingga, akan muncul dua kandidat yang bertarung seperti masa Pilres 2014 lalu. “Bisa saja semua parpol mengusung satu calon, dan itu bisa saja terjadi. Namanya politik itu dinamis,” jelasnya.

Saat ini semua partai tengah menjajaki satu sama lain. Komunikasi intensif dilakukan, baik di internal partai maupun dengan partai lain.