free html hit counter

Shia Le Beouf Ungkap Alasan Sering Jadi Pelanggan Penjara

BeritaBintang – Shia LaBeouf (29) memang tak asing dengan kasus hukum. Beberapa kali dia harus berurusan dengan polisi. Mulai mabuk dan meracau di depan sebuah bar lalu mengejek polisi hingga beberapa pelanggaran hukum lainnya.

Kini dalam buku baru berjudul  Prison Ramen, mantan pemeran utama beberapa film Transformers itu bersama beberapa selebriti lainnya membuka kisah dibalik penangkapannya dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi hidup mereka.

Antologi yang ditulis oleh rekan LeBeouf di film Man Down Clifton Collin Jr dan Gustavo “Goose” Alvarez itu juga menyisipkan resep membuat ramen di penjara.

Mengutip dari Bioskop Online, esai LeBeouf yang berjudul Error Breeds Sense, menyebutkan bagaimana waktunya di penjara, termasuk  penahanannya dari insiden Cabaret telah membantu kreativitasnya. Dalam insiden Cabaret itu dia ditanggap saat dia berbuat rusuh dan menghentikan sebuah pertunjukkan panggung.

“Saya sudah ditahan lima kali. Pertama kali saat saya baru berusia 9 tahun. Saat itu di Pacoima, California. Saya ditangkap karena mencuri sepasang Nike Cortezes dari toko sekitar dan ditahan selama enam jam,” LeBeouf menulis.

Kedua kali saat LeBeouf berusia 11 tahun, di kota Tujunga, California. Dia ditangkap karena mencuri Gameboy Pokemon dan Kmart. “Saat itu saya ditahan selama enam jam,” katanya.

Tapi dua kali penangkapan itu tak membuat LeBeouf langsung menyadari bahwa hidup di penjara itu bukan sesuatu yang baik. Karena beberapa tahun kemudian dia ditangkap lagi untuk kasus yang  berbeda.

“Saat itu saya berusia 20 tahun di Van Nuys, California. Saya mencoba menikam tetangga saya dan menghabiskan dua malam di penjara. Saat saya berusia 3 tahun setidaknya saya tahu bahwa berada di penjara itu tidak enak.” kata LeBeouf mengakui. “Itu menyebalkan sekali.”

Memahami  penjara bukan tempat yang enak, tak cukup untuk membuat LeBeouf kapok. Pemain film Fury itu pun beraksi kembali. “Keempat kali saya berada di Chicago dan saya tak ingin meninggalkan Walgreen (sebuah toko obat), jadi saya diangkut dan menginap semalam di  penjara. Untuk beberapa alasan, itu adalah tidur terlelap yang pernah saya alami,” katanya.

Kejadian terakhir yang menyeret LeBeouf lagi ke penjara adalah pada 2014 lalu, saat LeBeouf berusia 28 tahun di kota New York. “Saya ingin menonton Cabaret. Saya dianggap tidak berperilaku baik selama pertunjukan dan berakhir menghabiskan waktu 25 jam lagi di balik terali besi.”

Saat di penjara terakhir ini dia mengalami sebuah pencerahan. Dia menyadar bahwa sekacau apapun kondisi penjara, tiap masa lalunya membawanya sampai ke dilema di masa kini. “Saat saya merasa gugup tentang kreativitasku, saya memikirkan berbagai kegagalan dalam hidup dan  karya seniku,” katanya. “Memikirkan kacaunya hidupku, melepaskan sedikit ketakutanku. Sangat membebaskan dan menyembuhkan.”