free html hit counter

Berita Bintang – Semarak Pentas Reog Ponorogo, Angkat Legenda Dewi Songgo Langit

Berita BintangSemarak Pentas Reog Ponorogo, Angkat Legenda Dewi Songgo Langit

Reog, pertunjukan seni asli Ponorogo, membuat banyak orang penasaran. Di balik indahnya gerak tari yang ditampilkan, ada legenda menarik yang menjadi alur ceritanya.

Ada dua versi reog yang dikenalkan masyarakat luas sampai akhirnya mendunia. Salah satu reog yang kerap ditampilkan adalah reog bantar angin.

Sudirman, pimpinan Sanggar Tari Kartika Puri menerangkan, sendratari reog kerap ditampilkan di acara-acara kebudayaan di Jawa Timur, khususnya Ponorogo. Menariknya, grup tari ini dimainkan anak-anak sampai remaja milenial.

[ Baca Juga Berita Bintang : ” Gelnn Fredly Dan Adera Hadirkan Kejutan DIi Konser Harmonia: Titik Balik ” ]

“Reog seni pertunjukan rakyat yang fleksibel. Sederhana gerakannya, iringan musiknya dan tata busana,” ujarnya usai acara Pentas Reog Malam Bulan Purnama di Alun-Alun Ponorogo, baru-baru ini.

Judi Online menyaksikan langsung pentas reog sendratari yang diramaikan 12 jathilan, 12 warok, 4 bujang anom, Prabu Sewandono dan 5 dhadak merak. Di tengah hujan, masyarakat masih antusias menyaksikan pertunjukan.

Reog sendratari itu mengisahkan tentang kisah legenda cinta Prabu Sewandono yang ingin merebut hati Dewi Songgo Langit. Di tengah perjalanan melamar putri cantik dari Kediri itu, rombongannya bertemu dengan singo barong. Dalam cerita ini sayang digantung akhirnya.

“Reog Ponorogo seni tradisional, semakin lama banyak digemari orang karena uniknya. Semakin lama juga baik kualitasnya,” tuturnya.

Menariknya, anak-anak semangat menari reog sampai akhir akhir acara. Mereka sebelumnya juga semangat latihan untuk pentas di banyak tempat.

Sudirman mengatakan, motivasi anak-anak untuk latihan menari. Hampir semua anak di Ponorogo mulai dari yang duduk di bangku SD sampai SMA senang menari. “Kita lihat mereka punya jiwa tari yang kuat. Mereka senang menari, karena merasa cinta budaya,” tutur dia.

Soal tradisi magis yang dianut pelaku seni reog tempo dulu, untuk golongan anak-anak tidaklah dikenalkan. Mereka lihai menari karena sering latihan dan punya kemampuan yang sempurna.