free html hit counter

Selfie dan Aktif di Sosial Media Motif Wanita Muda Keranjingan Operasi Plastik

BeritaBintang – Awal bulan September 2015, adik tiri Kim Kardashian, Kylie Jenner, mengaku telah melakukan suntik filler pada bibirnya agar lebih tebal dan seksi.

Selanjutnya, Kylie melemparkan sejumlah pujian pada dokter yang telah sukses mengubah penampilan bibirnya yang tipis menjadi lebih berisi.

“Dia adalah yang terbaik. Dia memberikanku bibir seksi yang natural dengan filler,” ujar Kylie mengenai Dr Simon Ourian yang memiliki klinik kecantikan di Beverly Hills, Amerika Serikat.

Lalu, Kylie juga mengatakan bahwa sebelum Dr Ourian, dia sempat melakukannya di dokter bedah kosmetik lainnya. Namun, hasilnya sangat mengerikan.

Zaman sekarang, wanita melakukan rekonstruksi wajah bukan hal yang ganjil dan tabu. Namun, masalahnya, Kylie Jenner baru berusia 18 tahun!

Keputusan Kylie melakukan dia bedah kosmetik ini tentunya mengkhawatirkan, mengingat dia memiliki puluhan ribu follower di Instagram yang juga seusia dengan dirinya.

Bisa saja para penggemarnya yang masih berusia muda dan remaja itu mengikuti jejak Kylie untuk melakukan bedah kosmetik, apalagi si bungsu dari klan Kardashian-Jenner ini terbilang rajin mengunggah selfie di Instagram.

Ternyata, menurut laporan The British Association of Aesthetic Plastic Surgeon (BAAPS), sekarang banyak dokter bedah kosmetik kedatangan klien yang masih berusia muda di bawah dan awal 20 tahunan.

“Setiap hari, minat wanita muda yang masih belasan dan awal 20 tahunan melakukan bedah kosmetik terus meningkat,” ujar Dr Alex Karidis, Plastic Surgeon, London, Inggris.

“Para wanita muda ini tumbuh dengan membaca berita soal selebriti dan penampilan terbaik mereka. Mereka membaca bahwa selebriti melakukan botox dan filler. Mereka pun mengganggap hal itu sesuatu yang wajar,” imbuhnya.

Kemudian, Dr Karidis mengatakan tak lagi menghargai penampilan natural dan tidak percaya bahwa bentuk wajah seiring waktu juga mengalami perubahan. Para wanita muda zaman sekarang, sebut Dr Karidis, ingin hal yang instan dan serba cepat.

“Mereka ingin kulit yang lebih halus, bibir berisi, dan mereka ingin semua itu sekarang juga. Mereka tidak mau buang-buang waktu,” pungkasnya.

Fenomena wanita muda yang berani melakukan operasi plastik, kata Dr Karidis, merupakan dampak dari tren media sosial dan selfie. “Untuk para wanita muda ini, Instagram adalah bagian hidup mereka yang utama. Mereka ingin mendokumentasikan semuanya. Mereka ingin semua itu terunggah sempurna dan tanpa cela,” jelasnya.

Kondisi yang dikhawatirkan Dr Kardis juga dirasakan oleh Presiden BAAPS Terpilih, Michael Cadier. Menurut Cadier, wanita yang berusia 18 tahun, secara legal dan medis diizinkan untuk operasi plastik. Namun, pilihan tersebut bukan tindakan seseorang yang telah dewasa dan menunjukkan betapa seseorang yang begitu muda tapi rapuh secara kepercayaan diri.

“Pada beberapa kasus, ada alasan medis yang cukup layak menjadi alasan seseorang wanita muda melakukan operasi plastik,” ujar Dr Nick Lowe, Consultant Dermatologist, The Cranley Clinic.

Namun, jika keinginan operasi plastik berdasarkan ingin terlihat cantik dan percaya diri, bukan suatu alasan yang kuat. Sebab, wanita muda memiliki kecantikan natural yang tak terbantahkan.

“Sangat disayangkan, para wanita muda ini terburu-buru operasi plastik demi hasil foto terbaik dan pujian dari orang-orang yang mereka tidak kenal,” tegas Dr Lowe.

Selain itu, Dr Lowe juga menganggap para dokter yang melakukan bedah kosmetik pada wanita berusia di bawah 20 sebagai sebuah tindakan yang tidak pantas.