free html hit counter

Selebriti Korea Ikut Kecewa atas Kemenangan Donald Trump

BeritaBintang – Selebriti Korea ikut kecewa atas terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Seperti aktris atau aktor dan musisi Hollywood, mereka ikut mencurahkan komentar negatif di media sosial.

Diketahui, Trump yang merupakan calon presiden dari Partai Republik mengalahkan pesaingnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton dalam Pilpres Amerika Serikat 8 November lalu.

Itu memancing komentar dari penyanyi solo sekaligus pembawa acara Eric Nam. Ia berkicau di akun Twitter-nya, “Nauseous.” Linkalternatif.info Satu kata yang dalam bahasa Inggris berarti ‘mual’ itu seakan mengekspresikan rasa jijik Eric kepada hasil pemilihan Presiden AS kali ini.

Eric merupakan keturunan Korea yang berkewarganegaraan Amerika Serikat. Ia lahir dan tumbuh di Atlanta, Georgia. Artis yang terkenal akibat keikutsertaannya dalam kompetisi Birth of A Great Star 2 ini dulunya bekerja sebagai analis bisnis di Delloitte Consultant di New York sebelum akhirnya mengadu nasib sebagai musisi di Korea.

Selain Eric, penyanyi solo yang juga berkewarganegaraan Amerika Serikat, John Park merespons negatif terpilihnya Trump. Dalam akun Twitter-nya, menggunakan bahasa Korea, musisi kelahiran Chicago, Illinois, Amerika itu berkata, “Takut.”

Seperti Eric, John Park merupakan keturunan asli Korea. Ia adalah peserta American Idol musim ke-sembilan yang mencoba peruntungan di Korea dengan menjajal kompetisi bernyanyi populer Superstar-K 2. Namanya melejit setelah memenangi kompetisi tersebut.

Sementara itu, tak lama setelah Trump diumumkan memenangi Pilpres, aktor kondang Yoo Ahin mengunggah gambar matahari terbenam dalam akun Instagram-nya. Ia pun menulis keterangan dalam bahasa Inggris, “Apa pun yang terjadi, matahari akan bersinar esok pagi.”

Banyak netizen yang mengomentari apa yang diunggah para selebriti itu. Mengutip OSEN via Agen Bola Online, salah seorang penggemar Eric bercerita tentang bagaimana hidup idolanya yang sempat mengalami rasialisme di Amerika. Itu terjadi saat dirinya membantu ibunya bekerja di sana.

“Membantu ibunya untuk bekerja sebagai relawan dengan gaji rendah di organisasi perempuan. Tentu saja ia merasa jijik dengan terpilihnya Trump,” ujar penggemar itu.

Ia melanjutkan, “[Meski begitu], Eric Nam masih berupaya menghadapi rintangan-rintangan itu dan berhasil menjadi ketua kelas di sebuah sekolah yang didominasi oleh siswa berkulit putih. Saya tidak pernah melihat dia mengatakan sesuatu yang sangat negatif dan begitu marah dalam hidup saya, tapi dia memiliki alasan yang benar untuk melakukan itu.”