free html hit counter

Selama Kampanye, Ahok Dilarang Sentuh Fasilitas Negara

BeritaBintangSelama Kampanye, Ahok Dilarang Sentuh Fasilitas Negara

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menyatakan, setelah rapat pleno KPUD DKI Jakarta yang menetapkan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur, kandidat petahana diwajibkan cuti dan dilarang menggunakan fasilitas negara.

“Selama cuti, petahana tak boleh melakukan dua hal. Biaya cuti di luar tanggungan negara. Kedua, tak boleh menggunakan fasilitas pemda untuk kegiatan apapun. Ini sudah jelas diatur dalam regulasi,” kata Adi Prayitno, Minggu (5/3/2017).

Adi menegaskan, jika KPUD DKI sudah menetapkan paslon dan menyelesaikan rapat pleno, maka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diwajibkan untuk cuti karena hal itu sudah diatur dalam undang-undang.

“Sementara terkait dengan kewajiban Cuti Ahok dalam putaran kedua pilkada DKI sudah diatur dalam UU Pilkada. Petahana yang mencalonkan kembali untuk wilayah yang sama maka wajib selama kampanye. Kampanye putaran kedua pilkada DKI Jakarta dimulai 3 hari setelah KPUD mengadakan sidang pleno untuk putaran kedua yang dilakukan malam ini, 4 Maret. Artinya, sejak tanggal 7 maret hingga 15 April memasuki masa kampanye putaran kedua dimana petahana harus cuti,” tutupnya.

[Baca Juga -“PBNU Minta Pemerintah Tagih Janji Arab Saudi soal Santunan untuk Korban Crane“]

Sebelumnya, anggota KPUD Jakarta Betty Epsilon Idroos membacakan surat keputusan yang menetapkan kedua kandidat yang berhak mengikuti proses pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua.

Betty menyatakan dari hasil rekapitulasi suara, telah diketahui dua kandidat yang wajib mengikuti proses di putaran kedua, yakni kandidat dengan perolehan suara tertinggi yakni Ahok-Djarot sedangkan nomor urut dua yakni pasangan Anies-Sandi.

Hasil dari proses rekapitulasi itu yakni, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni mendapatkan suara 937.955 dengan presentase 17,07 %, pasangan Basuki Tjahaha Purnama (Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat memperoleh 2.364.577 dengan presentae 42,99 %, sedangkan pasangan nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno memperoleh 2.197.333 dengan presentase 39,95 %.

“Pasangan yang memperoleh suara pertama dan kedua, wajib ikut proses putaran kedua,” demikian keterangan Betty saat sidang penetapan KPU di Hotel Borobudur, Sabtu 4 Maret 2017.