free html hit counter

Rupiah Loyo, Harga Laptop Naik 5%

BeritaBintang – Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) memberikan tekanan ke sejumlah mata uang termasuk rupiah. Nilai tukar rupiah sempat tembus 13.000 per dolar AS. Hal itu pun berpengaruh terhadap harga jual barang elektronik termasuk laptop.

Kenaikan harga laptop itu pun berkisar 3-5 persen. Sugianto, salah seorang pemilik counter laptop di Plaza Simpang Lima, Semarang menuturkan, kenaikan harga jual itu memang harus dilakukan agar tak rugi. Ia mencontohkan, harga laptop naik sekitar Rp 100 ribu-Rp 200 ribu untuk laptop senilai Rp 3 juta. Sedangkan laptop seharga Rp 5 juta mengalami kenaikan Rp 300 ribu.

“Laptop yang harganya tinggi naiknya lebih besar lagi. Laptop kami yang harga Rp 15 juta naik sebesar Rp 1,8 juta,” kata Sugianto, Kamis (26/3/2015).

Sementara itu, salah satu pedagang elektronik lain, Susilowati menyebutkan, meski harga jual naik, pedagang jarang rugi. Para pedagang sebagian besar membuat kesepakatan “flash protection” dengan distributor.

Menurut Susilowati, inti dari perjanjian tersebut adalah distributor komputer memberi harga sama ketika perjanjian dibuat.

“Contohnya, toko kami mengambil 100 laptop, 50 diambil bulan ini dan sisanya bulan depan. Jika penguatan dolar terjadi di akhir bulan ini, kami tetap mendapat harga sama dengan pengambilan sebelumnya,” kata Susilowati.

Untuk menjaga penjualan tetap stabil, pihaknya mengadakan sejumlah promo di antaranya memberi ‘cashback’ dan gratis asesoris.
Meski demikian, ia mengakui, penjualan turun sejak nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.

“Terjadi penurunan penjualan yang cukup siginifikan. Penurunannya terjadi sejak awal bulan lalu. Padahal harga komputer kami tidak mengalami kenaikan, mungkin karena daya beli masyarakat yang menurun,” kata Susilowati.

Penguatan dolar AS membuat rupiah tertekan pada Maret 2015. Lihat saja kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada di level tertinggi 13.237 per dolar AS pada 16 Maret 2015.  Sepanjang awal 2015, rupiah mengalami depresiasi 4,24 persen dari 12.474 per dolar AS menjadi 13.003 per dolar AS pada 26 Maret 2015.