free html hit counter

Rupanya Ini Sejarah dan Keunikan Sate Klatak hingga Digemari Masyarakat

BeritaBintang –  Rupanya Ini Sejarah dan Keunikan Sate Klatak hingga Digemari Masyarakat

SATE yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis yang berbeda-beda. Tidak hanya dari jenis dagingnya, tetapi juga cara penyajian yang unik.

Keunikan cara penyajian tersebut menjadi salah satu daya tarik untuk mencicipi sate khas di daerah tertentu. Sebut saja sate klatak yang terkenal di Judi Online.

Sate klatak dibuat menggunakan daging kambing muda. Ukurannya pun lebih besar dari potongan daging kambing biasa. Kemudian sate klatak disajikan dengan tusukan besi dari jeruji ban sepeda. Karena itu, harga per tusuknya juga lebih mahal karena disajikan dalam bentuk yang besar dalam setiap tusuknya.

Untuk menikmati sate klatak, kuah gulai kambing juga disajikan. Rasa kuah gulai kambing akan menyempurnakan sate klatak yang hanya dibumbui dengan garam dan merica.

Hal inilah yang membuat sate klatak terlihat unik dibandingkan sate lain yang langsung dinikmati atau dimakan dengan bumbu kacang.

{ Baca Juga, ” Ini Dia 3 Overtake Paling Sengit dalam Gelaran GP Aragon 2017, Rossi vs Marquez Salah Satunya ” }

Sate klatak bisa dengan mudah dijumpai di kawasan Bantul, Yogyakarta. Salah satu yang terkenal adalah sate klatak milik Pak Pong. Namanya sudah tersohor di Yogyakarta dalam hal sate klatak.

Keunggulan dari sate klatak di sini adalah daging kambingnya yang tak bau dan terasa empuk. Sate klatak pun menjadi kuliner yang wajib dicicipi ketika Anda berkunjung ke Yogyakarta.

Sate klatak sendiri telah ada sejak beberapa 1940-an. Nama sate klatak berasal dari suara garam yang terbakar di atas daging. Karena garam adalah salah satu bumbu utama untuk memanggang sate klatak.

Tidak ada informasi yang jelas mengenai asal-usul sate klatak. Namun ada yang mengatakan bahwa sate ini diperkenalkan pertama kali oleh Mbah Ambyah. Karena memiliki banyak kambing, Mbah Ambyah mempunyai ide untuk menjual sate kambing.

Namun ada pula yang mengatakan bahwa Pak Jupaini lah sang pelopor sate klatak. Ia menginginkan tampilan sate yang berbeda dengan sate pada umumnya, sehingga memilih jeruji besi sepeda sebagai tusuknya. Pak Pong sendiri adalah salah satu cucu dari Pak Jupaini yang cukup sukses dalam menjual sate klatak.