free html hit counter

Ridwan Kamil Ingin Final Piala Bhayangkara Tetap di GBK

BeritaBintang –Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menginginkan final Piala Bhayangkara pada 3 April mendatang tetap digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga final akan mempertemukan Persib Bandung dengan pemenang antara Arema Cronus dan Sriwijaya FC yang bakal bertarung hari ini.

Karena yang bermain di final adalah Persib, maka ada potensi bentrok dengan suporter Persija Jakarta meski tim berjuluk ‘Macan Kemayoran’ itu tidak bermain di final. Sebab Jakarta jelas adalah basis suporter Persija.

Selama ini, hubungan antara Bobotoh (sebutan suporter Persib) dan suporter Persija memang kurang harmonis. Bentrok pun dikhawatirkan terjadi.

Apalagi jika Arema melaju ke final. Suporter Arema kemungkinan akan mendapatkan tambahan dukungan dari suporter Persija karena keduanya memiliki hubungan yang baik.

Opsi pun sempat mencuat bahwa laga final akan dipindahkan ke Stadion Pakan Sari di Bogor. Tapi hal itu dirasa kurang ideal.

“Kalau saya ingin final tetap di GBK karena GBK itu simbol nasional,” kata Emil, sapaan akrabnya, Kamis 31 Maret

Diakui Emil, Jakarta memang jadi markas Persija dan suporternya. Tapi Jakarta merupakan simbol nasional. Begitu juga GBK yang jadi prestise bagi sepakbola nasional. Atas alasan itu, ia menginginkan final Piala Bhayangkara tetap digelar di sana.

Emil mengatakan, saat final Piala Presiden 2015, pengamanan di Jakarta dan di stadion berjalan dengan baik. Kekhawatiran terjadinya bentrokan mampu diantisipasi kepolisian dan berbagai pihak terkait dengan sigap.

Jika saat Piala Presiden kondisi aman seperti itu bisa terjaga, maka hal serupa diyakini akan terjadi saat final Piala Bhayangkara.

“Piala Presiden kita bisa membuktikan pengamanannya. Sekarang tinggal kesiapannya dari kepolisian saja. Tapi kalau dari kepolisian mengarahkannya (final) ke tempat lain, saya ikuti saja. Apalagi ini kan hajat polisi,” ucapnya.

“Ketika Piala Presiden bisa, kenapa sekarang enggak? Harusnya begitu kan. Sudah ketemu pola (pengamanannya) kan,” jelas Emil.

Jika final benar-benar digelar di Jakarta, ia mengaku akan kembali menemui pihak-pihak terkait. Harapannya agar laga final berlangsung aman. Di luar itu, keamanan di dalam dan di luar stadion, terutama untuk Bobotoh, diharapkan akan berjalan tertib.

“Ya saya kulo nuwun lagi ke tuan rumah seperti biasa, ngasih tahu Bobotoh mau datang dan lain sebagainya. Kemarin kan aman. Sangat minim lah (potensi bentrokannya) karena polisinya gerak cepat,” tandas Emil.