free html hit counter

Rahasia di Balik Ganasnya Ducati GP15

BeritaBintangSEPANG – Jelang dimulainya musim balap MotoGP pada 29 Maret 2015 di Sirkuit Losail, Qatar, Ducati menjadi tim yang paling mengejutkan pada pramusim dibandingkan dengan Yamaha dan Honda. Dua pembalap mereka Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso bergantian menjadi yang tercepat di sesi uji coba terakhir.

Kesuksesan GP15 melesat menjadi yang tercepat tidak lepas dari sang manajer Luigi “Gigi” Dall’lgna. Dia membeberkan bahwa transformasi Desmosedici hingga menjadi seganas sekarang tidak lepas dari eksplorasi di berbagai aspek dan kerja sama tim yang baik.

“Hal ini lebih mengarah pada filosofi. Dulu seorang ahli mesin akan mendesain mesin, dan ahli sasis akan mendesain sasis. Mereka bekerja masing-masing,” jelas Dall’lgna.

“Sekarang sedikit berbeda. Kami benar-benar bekerjasama. Setiap orang harus saling berkompromi. Artinya, sekarang beberapa keputusan soal mesin bisa datang dari para ahli sasis. Begitu pula sebaliknya. Saya pikir hal itu bagus. Itu juga menjadi faktor mengapa motor Ducati sekarang lebih kecil daripada yang terdahulu,” jelas Dall’lgna.

Ducati sedang mencari kembali supremasi di kancah MotoGP. Apalagi kiprah Ducati di MotoGP beberapa musim terakhir memang jauh menurun. Prestasi terbaik mereka satu-satunya adalah menjadi juara dunia pada 2007. Ketika itu Casey Stoner sukses membawa gelar perdana untuk pabrikan asal Bologna tersebut.

Selain itu, terakhir kali Ducati menjuarai sebuah seri terjadi pada 2010 di MotoGP Australia. Stoner masih jadi penunggang kuda besi mereka sebelum hijrah ke Honda pada tahun berikutnya.