free html hit counter

Pulau Rondo, Pulau Tidak Berpenghuni & Penuh Misteri di Ujung Sumatera

BeritaBintangPulau Rondo, Pulau Tidak Berpenghuni & Penuh Misteri di Ujung Sumatera

Rondo, nama pulau ini terdengar asing di telinga. Padahal, pulau tersebut masih bagian dari Negara Indonesia hanya saja letaknya terluar dari pulau-pulau yang lain.

Meskipun menjadi bagian dari 12 pulau terluar prioritas Indonesia, letak Pulau Rondo disebut-sebut sebagai yang paling strategis dibandingkan pulau lain. Bagaimana tidak, Pulau Rondo berada di ujung utara Pulau Sumatera, yaitu ujung barat Pulau Weh, berbatasan dengan negara India, tepatnya Kepulauan Nikobar, dan jadi jalur pelayaran internasional.

Secara administratif, Pulau Rondo termasuk dalam wilayah Kelurahan Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD). Pulau Rondo sebenarnya menyimpan banyak keunikan dan hanya mampu dicapai oleh orang-orang tertentu saja, yang memiliki kesehatan prima, juga kemampuan bertahan hidup dalam keadaan terbatas.

Keunikan pulau yang tidak berpenghuni tersebut salah satunya, yaitu sebenarnya merupakan titik nol kilometer Indonesia. Namun, karena sulit untuk mencapai Pulau Rondo, maka titik nol kilometer pun dipindah ke Kota Sabang, sehingga sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mengetahui Kota Sabang lah titik nol kilometer Indonesia.

[ Baca Juga – ” Kunjungan Wisawatan Mancanegara ke Aceh Turun Drastis ” ]

Pulau Rondo satu-satunya pulau selain Pulau Weh, Klah, Rubiah, dan Seulako yang tidak berpenghuni. Pulau ini hanya didiami secara bergantian oleh petugas penjaga, yang terdiri dari marinir dan petugas jaga mercusuar.

Melansir dari Judi Bola, Pulau-Pulau Kecil Indonesia, Jumat (2/2/2018), jarak Pulau Rondo dengan Kota Sabang sekira 15,6 kilometer, sementara dengan Kelurahan Iboih 9,3 kilometer, dan yang terdekat jaraknya dengan Kelurahan Ujung Ba’u sekira 4,8 kilometer. Sedang luas Pulau Rondo sendiri hanyalah 0,4 kilometer persegi, dapat dicapai dengan kapal motor dari Kelurahan Ujung Ba’u selama 40 menit saja, sedangkan dari Kota Sabang lebih lama, sekira 1,75 jam.

Pulau Rondo juga dijuluki Pulau Mati, karena tidak berpenghuni, sering ditemui ular piton, juga sulit mendapatkan sumber air bersih. Bagi traveler yang penasaran mengunjungi Pulau Rondo, sebaiknya mempertimbangkan terlebih dahulu dan harus menyiapkan fisik, juga daya tahan tubuh, serta kemampuan untuk bertahan dalam keadaan serba terbatas. Pasalnya, sumber air bersih di Pulau Rondo hanya berasal dari kiriman dari Pulau Weh, yang hanya digunakan untuk minum dan berwudhu.

Di sisi lain, jika ingin buang air besar atau mandi, biasanya para marinir harus turun terlebih dahulu menuruni ratusan anak tangga, lalu mandi di laut, dan kemudian naik lagi dengan meniti ratusan anak tangga tadi untuk menuju ke rumah-rumah tempat kamp marinir.

Tidak hanya itu saja, sebelum tiba di Pulau Rondo, Anda juga harus menyiapkan mental, karena berlayar menuju Pulau Rondo tidak mudah. Harus melewati gulungan ombak dengan ketinggian hingga tiga meter, karena letaknya terluar dan perairannya merupakan pertemua Selat Malaka dengan Selat Hindia. Demikian seperti disarikan dari berbagai sumber, Jumat (2/2/2018).