free html hit counter

Pria Kaya Ini Dihargai FBI Sebesar Rp70 Juta

BeritaBintang –   Barangsiapa yang bisa menemukan pria ini dan melaporkannya ke polisi, ia akan dihadiahi USD 5.000 atau sekira Rp70 juta. Demikian pengumuman yang dikeluarkan kepolisian Texas, sebagaimana diwartakan oleh Bioskop168 , Minggu (20/12/2015).

FBI, US Marshals Service dan kepolisian Texas dikerahkan untuk memburu seorang anak konglomerat yang diputus bersalah oleh pengadilan setempat, terkait kasus pembunuhan yang menewaskan empat orang pejalan kaki. Ia melarikan saat menjalani masa percobaan hukuman, diduga ia dibawa kabur oleh ibunya.

Ethan Couch (18), mabuk berat dan menabrakkan mobil curiannya ke trotoar pada tahun 2013. Lantaran masih di bawah umur, pengadilan Amerika tidak bisa menjebloskannya ke penjara. Meski, Jaksa Penuntut Umum telah berusaha menjatuhkan masa kurungan 20 tahun. Akan tetapi, hakim mengirimnya ke pusat rehabilitasi, untuk menjalani pengobatan dan memberikan masa percobaan hukuman maksimal satu dekade.

Keputusan itu diambil karena hasil tes psikologi menunjukkan, anak muda ini menderita Affluenza, yakni penyakit psikologi yang umum dialami anak-anak dari keluarga kaya raya. Kelainan ini menyebabkan penderitanya tidak bisa membedakan lagi, mana yang benar dan yang salah lantaran terlalu dimanja oleh orang tuanya. Sehingga, Couch tidak merasa bersalah sama sekali setelah menghilangkan nyawa empat orang. Pengadilan pun memutuskan untuk membawanya ke pusat rehabilitasi.

Kasus Couch menimbulkan kemarahan publik. Masyarakat menilai penegak hukum Texas telah mengistimewakan Couch karena ia berasal dari keluarga kaya.

Tarrant County Sheriff, Dee Anderson membantah tudingan publik dan berjanji akan mengejar pemuda itu sampai dapat.

“Kau bisa saja lari, tapi kau harus tetap menoleh ke belakang. Sebab kami tidak akan menyerah, kami akan terus mengejar dan mencarimu, di manapun kau berada,” tegasnya.

Kontroversi ini kembali mencuat setelah munculnya video Couch berpartisipasi dalam sebuah pesta minuman keras. Hal ini berarti ia telah melanggar ketentuan hukuman percobaannya. Namun, ketika hendak diinterogasi, polisi menemukan rumahnya kosong melompong.

“Ini (kasus Couch) mengerikan. Terlepas dari penyakit Affluenza-nya, (video) Ethan Couch menunjukkan secara terang-terangan bahwa ia tak acuh pada hukum, dan ia harus bertanggung jawab,” kecam Presiden Gerakan Ibu Menentang Pemabuk Berkendara, Colleen Sheehey-Church.