free html hit counter

Polisi Kerahkan 2.200 Brimob Cegah Demo di Candi Borobudur

BeritaBintangPolisi Kerahkan 2.200 Brimob Cegah Demo di Candi Borobudur

Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan pengamanan ekstra ketat mengantisipasi aksi massa bela Rohingya di Candi Borobudur, Magelang. Sedikitnya 22 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob atau setara  2.200 personel dikerahkan guna menjaga situs dunia itu dari serbuan massa.

Pengerahan maksimal ribuan polisi itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi, Condro Kirono usai rapat koordinasi di Mapolda Jateng, Selasa petang, 5 September 2017, terkait rencana aksi bela Rohingya.

“Kepala Asisten Operasional (Asop) Mabes Polri juga akan mem-backup kekuatan-kekuatan bilamana diperlukan. Saat ini Polda Jateng menyiapkan kekuatan 22 SSK dengan tambahan dari TNI 3 SSK. Jadi sekitar 25 SSK,” tutur Condro yang dikutip Poker Online.

Selain itu, Polda Jateng telah menetapkan status siaga satu selama tiga hari pada 7-9 September mendatang. Ia menegaskan, meski dengan pengamanan ekstra, aksi unjuk rasa di Candi Borobudur tetap tidak diizinkan.

“Candi Borobudur merupakan situs dunia dan candi terbesar di dunia serta objek vital nasional yang harus kita amankan,” katanya.

[Baca Juga -“Protes Kekerasan di Myanmar, Laskar Umat Islam Rencanakan Aksi Damai di Borobudur“]

Asisten Operasional (Asop) Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan, menambahkan, saat ini antisipasi terkait aksi bela Rohingya memang difokuskan di Jawa Tengah. Sebab, aksi itu hendak dilakukan di Candi Borobudur.

Terkait pengamanan, Mabes Polri pun telah menyiapkan pasukan cadangan jika dimungkinkan diminta oleh Polda Jateng.

“Ada 5 SSK yang siap berangkat dari Kelapa Dua dan sebelumnya Polda DIY juga siap dengan 3 SSK. Tapi mudah-mudahan tidak ada apa-apa dan aman,” tutur Iriawan.

Informasi soal aksi di Borobudur sebelumnya tersebar lewat pesan WhatsApp. Disebutkan lebih dari 100 ormas akan mengikuti aksi yang bertajuk Bela Muslim Rohingya dalam bentuk Gerakan Sejuta Umat Muslim Mengepung Candi Borobudur tersebut.

Namun demikian, aksi ini telah tegas ditolak warga sekitar Borobudur. Pun pihak kepolisian menyatakan tidak akan memberikan izin untuk aksi ini.