free html hit counter

“Polisi Harus Memeriksa HP SBY”

BeritaBintang“Polisi Harus Memeriksa HP SBY”

Pengamat intelijen Ridlwan Habib mengatakan, jika kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan penyadapan ilegal percakapan Susilo Bambang Yudhoyonodengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, maka polisi tidak perlu menunggu laporan dari SBY maupun Kiai Ma’ruf Amin.

“Isu ini bukan delik aduan, jadi polisi tidak perlu menunggu Pak SBY lapor,” katanya.

Untuk membuktikan benar atau tidaknya SBY disadap, maka perangkat alat komunikasi SBY wajib diperiksa oleh pihak yang berwajib.

[Baca Juga -“Pecahkan Rekor, Polisi Thailand Sita 3 Ton Sisik Trenggiling“]

“Cara menyadap bisa dengan memasukkan bug, trojan atau aplikasi malware yang membuat handphone tidak aman. Karena itu harus dilihat gadget Pak SBY, diperiksa apakah ada aplikasi-aplikasi yang dicurigai digunakan sebagai penyadap, polisi juga perlu melakukan cek total HP Pak SBY, dilihat secara menyeluruh, untuk mendeteksi bug atau bad malware yang mungkin saja ada di HP itu,” ucapnya.

SBY : Penyadapan Tanpa Perintah Pengadilan Sebuah Kejahatan

Ditambahkannya, jika mantan Presiden RI-6 meminta keadilan atas apa yang sudah dilakukan kuasa hukum Ahok yang menyerat namanya dalam persidangan kasus penistaan agama, maka polisi harus menegakan hukum secara adil dan tegas.

“Jika Pak SBY menuntut keadilan, saya kira Polri tanpa harus menunggu laporan harus melakukan uji forensik digital terhadap handphone yang digunakan Pak SBY, terutama HP yang digunakan saat komunikasi dengan Ketum MUI itu, sekali lagi, ini bukan delik aduan, jadi tanpa harus menunggu Pak SBY, Polri bisa melakukan sweeping di Puri Cikeas untuk memastikan apakah rumah Pak SBY steril atau tidak dari alat sadap,” tutupnya.