free html hit counter

PM Turki: Gencatan Senjata Suriah Tak Mengikat secara Hukum

BeritaBintang – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan kesepakatan gencatan senjata di Suriah tidak akan dianggap mengikat secara hukum jika keamanan negaranya tetap terancam. Ankara akan tetap menyerang Suku Kurdi Suriah dan ISIS jika merasa keamanannya terancam.

“Gencatan senjata tidak mengikat bagi kami jika ada situasi yang mengancam keamanan Turki. Kami akan tetap melakukan langkah serius terhadap YPG dan ISIS jika kami rasa perlu,” ujar Davutoglu, seperti dilansir Russia Today, Jumat (26/2/2016).

Aksi Turki tersebut dinilai memperburuk keadaan di Suriah. Kementerian Luar Negeri Rusia melalui juru bicaranya Maria Zakharova menuding aksi Turki tersebut sebagai ambisi imperium layaknya Ottoman Empire. Di masa kejayaan, Ottoman pernah disebut sebagai orang gila Eropa. Zakharova yakin Turki tidak ingin disebut sebagai negara gila.

Pernyataan Zakharova itu keluar usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mendesak pejuang Kurdi Suriah, YPG, dikeluarkan dari perjanjian gencatan senjata. Pria berusia 62 tahun itu mengklaim YPG sebagai kelompok teroris.

“Sekutu kami harus sadar mereka berada di persimpangan jalan. Fakta bahwa Partai Demokrasi (PYD) dan YPG adalah kelompok teroris yang merupakan kepanjangan dari PKK,” tegas Erdogan.

Amerika Serikat –sekutu Turki– sendiri menganggap YPG adalah mitra efektif melawan ISIS. Namun, ide mendukung YPG untuk melawan ISIS disebut Erdogan sebagai suatu omong kosong.