free html hit counter

Pesawat yang Jatuh di Malta Digunakan untuk Misi Pengintaian

BeritaBintang – Pesawat yang jatuh sesaat setelah lepas landas di Bandara Internasional Malta, Luqa, tengah digunakan dalam misi pengantaian di kawasan Mediterania oleh pemerintah Perancis. Jatuhnya pesawat pada Selasa (25/10) menewaskan seluruh lima orang di dalamnya.

Pesawat berjenis Twin-prop buatan Swearingen Metroliner itu jatuh di dekat landasan pacu negara kepulauan itu pada pukul 7.20 pagi waktu setempat. Insiden ini menyebabkan asap mengepul ke langit dan membuat Bandara Internasional Malta tutup selama beberapa jam.

Penerbangan itu bagian dari operasi Perancis yang dilakukan selama lima bulan terakhir untuk melacak aktivitas perdagangan manusia dan penyelundupan obat-obatan, menurut keterangan pemerintah Malta. Para pejabat bandara mengatakan, pesawat itu tengah menuju Misrata di Libya.

“Itu adalah pesawat pengintai yang melaksanakan operasi pengawasa di atas Mediternaia untuk kementerian pertahanan,” kata Menteri Pertahanan Perancis, Jean Yves Le Drian, dikutip dari Agen Bola Terbaik.

Terdapat dua pejabat kemenhan Perancis dan dua kontraktor swasta di dalam pesawat nahas itu. Le Drian menyatakan bahwa kelima korban tewas merupakan warga negara Perancis.

Pemerintah Malta menyatakan bahwa barang-barang bawaan para korban ditemukan di lokasi kecelakaan. Saat ini, investigasi dilakukan untuk menentukan penyebab jatuhnya pesawat.

“Informasi resmi, potongan rekaman dan saksi mata, semua mengindikasikan dengan jelas bahwa tidak ada ledakan sebelumnya Linkalternatif.info,” bunyi pernyataan pemerintah Malta.

Penerbangan itu tergistrasi sebagai penerbangan lokal di Layanan Lalu Lintas Malta dan dijadwalkan kembali ke Malta hanya beberapa jam tanpa mendarat di negara lainnya.

Sumber dari pihak bandara sebelumnya menyatakan bahwa pesawat itu diduga membawa pejabat dari lembaga perbatasan Uni Eropa, Frontex, namun lembaga itu kemudian membantahnya.