free html hit counter

Pesawat Pengebom Raksasa AS Siap Diterjunkan Lawan ISIS

BeritaBintang –  Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan pengiriman pesawat pengebom raksasa B-52 Stratofortress dalam pertempuran melawan ISIS di Timur Tengah. Pesawat pengebom strategik jarak jauh itu mampu membawa 32 ton bom termasuk senjata nuklir.

B-52 itu akan menggantikan sejumlah pesawat pengebom supersonik B-1 Lancer yang kini telah kembali berada di markas Angkatan Udara di Texas, AS setelah beberapa bulan melakukan pengeboman di posisi-posisi teroris di dekat Kobani, Suriah.

Belum diketahui berapa banyak B-52 yang akan dikerahkan dalam pertempuran melawan ISIS di Irak dan Suriah. Masih belum diketahui juga dari pangkalan udara mana pesawat pengebom terbesar AS itu akan beroperasi.

Selama ini militer AS menggunakan pangkalan udara di Arab Saudi dan Qatar untuk meluncurkan operasi melawan ISIS di Irak. Sedangkan untuk operasi di Suriah, AS menggunakan pangkalan udara yang berada di Incirlik, Turki.

Meski produksinya telah dihentikan sejak 1962, saat ini Angkatan Udara AS memiliki 58 unit model yang telah dimodernisasi dari B-52, termasuk 18 unit pesawat cadangan. Pesawat berjuluk Besar Jelak Gemuk itu (big,ugly, fat, fella/BUFF) terakhir kali digunakan dalam operasi militer di Afghanistan.

“Kami akan mempertahankan B-52. Pesawat itu memberikan beberapa misi yang sulit untuk ditiru, terutama dalam hal jarak dan muatan yang dimiliki pesawat tersebut,” Wakil Kepala Staf untuk kebutuhan dan perencanaan strategis, Letnan Jenderal James Holmes sebagaimana dilansir dari BintangBoLa , Minggu (6/3/2016).

Pesawat yang pertama kali diperkenalkan pada 1954 itu merupakan pesawat pengebom terbesar angkatan udara AS yang memiliki daya muat hingga 32 ton dan mampu membawa berbagai jenis bom mulai dari bom gravitasi, klaster, rudal jelajah, sampai bom nuklir. B-52 Stratofortress akan tetap aktif dan digunakan setidaknya sampai 2040 mendatang.