free html hit counter

Perlakuan Rasis Sopir Bus Jerman Jadi Headline

BeritaBintang –Seorang sopir bus Jerman menjadi buah bibir setelah melakukan tindakan rasis terhadap seorang warga Gambia. Pria yang tidak diketahui namanya itu berkali-kali mengejek warna kulit korban di depan penumpangnya.

Cerita berawal ketika pria Gambia itu hendak naik bus menuju stasiun kereta Dorfen, dekat Erding, Munich. Dia sempat ditolak masuk ke dalam bus hingga seorang wanita membelanya. Sang sopir tidak memiliki pilihan lain kecuali mempersilakan pria itu untuk naik. Tetapi, ia hanya diperbolehkan duduk di baris belakang karena sang sopir berkata bahwa kursi depan hanya untuk orang dengan kulit putih.

Seperti diwartakan Indowins, Kamis (12/5/2016), penghinaan tidak berhenti sampai di sana. Ketika si wanita hendak turun, sopir bus memintanya membawa “monyet” itu untuk turut serta. Pria Gambia itu juga diberi tahu bahwa bus tidak akan menuju Stasiun Dorfen. Karena tidak tahan, pria itu pun memutuskan turun dari bus dan berjalan hingga tempat tujuan.

Namun, kedua pria itu bertemu kembali di stasiun. Bukannya meminta maaf, sang sopir kembali menyerang pria Gambia itu dengan kata-kata hinaan. Insiden yang terjadi pada Februari 2016 itu selama ini ditutupi oleh otoritas Jerman hingga harian Suddeutsche Zeitung menjadikannya headline.

Menurut keterangan otoritas setempat yang bernama Gerhard Kal, tindakan disiplin telah diambil terhadap sang sopir. Sebagai hukuman, upahnya selama 30 hari kerja ditahan. Namun, dia tidak dipecat dan bersikeras tidak menghina siapa pun. Meski begitu, dia tetap menerima hukumannya.

Dia juga mengelak dari tuduhan telah menyuruh pria Gambia itu untuk duduk di barisan belakang. Ketika didekati wartawan Suddeutsche Zeitung terkait pernyataan “monyet” yang bernada rasis, dia hanya menjawab, “Saya sudah menjalani hukuman saya. Semuanya sudah selesai”.