free html hit counter

Pengajuan Keppres MotoGP 2017 Tunggu Tiga Syarat

BeritaBintang –  Pemerintah akan melanjutkan pengajuan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai penyelenggaraan MotoGP 2017 setelah tiga syarat dipenuhi atau diselesaikan oleh pihak Sirkuit Sentul. Ketiga syarat itu adalah master plan Sirkuit Sentul, penyelesaian kontrak dengan Dorna, dan menyerahkan Surat Pernyataan soal kepemilikan Sirkuit Sentul.

“Master plan dari Sirkuit Sentul belum ada ke kami sehingga kami belum melanjutkan pengajuan Kepres,” ujar Menpora Imam Nahrawi usai Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Menpora pun meminta agar pihak Sirkuit Sentul untuk segera menyerahkan master plan terkait MotoGP tersebut, termasuk pembangunan fisik sirkuit, tempat penonton, hotel, dan lintasan. Pihak Sirkuit Sentul juga diminta untuk merinci kontrak dengan Dorna sebagai pihak penyelenggara, termasuk mengenai mekanisme pembayarannya.

Menpora mengatakan, dalam ratas tadi Presiden Joko Widodo meminta kajian terlebih dahulu sebelum dikeluarkan Keppres, termasuk untuk memastikan dari sisi kesiapan anggaran. Salah satu yang harus dikaji adalah apakah anggaran yang nantinya digunakan Sirkuit Sentul bisa diambil atau tidak dari APBN.

Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menuturkan, Presiden menyatakan masalah MotoGP harus dikaji sungguh-sungguh karena ada penggunaan APBN kepada swasta murni. Keppres MotoGP tersebut tidak akan pernah ditandatangani Presiden jika tiga hal itu tidak diselesaikan.

Pemerintah pun memberikan waktu satu minggu kepada pihak Sentul untuk menyelesaikan master plan tersebut. “Surat Pernyataan yang berisi kepemilikan Sirkuit Sentul oleh Tinton Suprapto selaku Dirut dan Tommy Soeharto selaku komisaris utama. Tujuannya agar keduanya bertanggungjawab jika ada masalah hukum di kemudian hari,” ujar Gatot saat menggelar jumpa pers terkait rapat terbatas persiapan Asian Games (AG) 2018 dan MotoGP 2017 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (12/1) sore.

Sementara itu, terkait dengan rapat persiapan Asian Games 2018 yang diselenggarakan sejak pagi di kantor Kemenko PMK dan siang di Istana Negara bersama Presiden Jokowi, di antaranya membahas pembangunan Velodrome di Rawamangun dan Equestrian yang belum ada progress dari Pemda DKI. “Sementara untuk Wisma Atlet, malam ini akan diumumkan undangan lelang pengerjaan renovasi Blok C2 dan D10. Blok itu sudah menampung seluruh atlet. Jika kurang, akan dibangun lagi di Blok C3 oleh Perumnas,” ujar Gatot.

Menurutnya, velodrome dan equestrian tidak mungkin tidak dibangun, karena persyaratan OCA menghendaki dibangun. Sementara pembangunan Wisma Atlet Kemayoran dan GBK sudah on the track dan jalan terus sesuai time line. “Untuk memperkecil reaksi OCA terkait pembangunan fisik GBK, Satgas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memaparkan master plan renovasi,” tutur Gatot.

Untuk revisi maskot, lanjut Gatot, juga dilaporkan masih tetap jalan. “Setelah rapat terbatas di Istana Negara, Menpora menemui Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden terkait revisi itu karena Wapres yang sebelumnya meluncurkan maskot. Prinsipnya, Wapres JK tidak mempermasalahkan revisi,” jelasnya.