free html hit counter

Penalti Grid Bikin Hamilton Merasa Tertantang

BeritaBintang  –  Lewis Hamilton dihukum penalti lima grid di GP China akhir pekan ini. Meski jadi sebuah kerugian tersendiri, tapi driver Mercedes itu malah kian tertantang.

Hamilton dihukum penalti lima grid untuk balapan akhir pekan ini karena melakukan pergantian girboks. Pergantian itu dilakukan karena mobilnya mengalami kerusakan usai bertabrakan dengan pebalap Williams Valtteri Bottas di GP Bahrain dua pekan lalu.

Aturan FIA memperbolehkan pergantian girboks namun setelah enam balapan secara beruntun, atau setidaknya di GP Monaco akhir Mei nanti.

Hukuman ini jelas jadi sebuah kerugian untuk Hamilton dalam misinya merebut kemenangan pertama musim ini. Sebelumnya dia ‘cuma’ finis kedua dan ketiga di Australia dan Bahrain. Meski demikian, dia senang dengan potensi melakukan banyak aksi menyalip.

“Tentu saja ketika Anda mendengar pada Rabu pagi bahwa Anda akan ke akhir pekan dengan mendapatkan penalti, tentu itu mengubah pendekatan, itu juga mengubah pola pikir,” ujar Hamilton dikutip Motorsport.

“Bagi saya sebuah tantangan adalah kesempatan untuk unjuk diri, jadi saya sangat bersemangat dengan kesempatan ini, dengan posisi di mana saya akan memulai balapan. Semoga posisi sebaik mungkin dengan penalti yang ada.”

“Saya suka aksi balap ketimbang ada di depan dan menjalani lebih sedikit pertarungan, dan ini adalah sebuah ajang pertarungan untuk akhir pekan nanti. Bukan berarti saya tidak bisa memenangi balapannya, yang mana jadi pemikiran saya saat ini ketimbang sekadar membatasi kerugian,” tambahnya.

Bagaimanapun juga, Hamilton juga mengakui hukuman yang diterimanya berarti kemungkinan lebih besar untuk Nico Rosberg kembali menang.

“Ini akan jadi akhir pekan yang mudah untuk Nico pastinya. Kemungkinan besar ini akan jadi akhir pekan yang lebih mudah dari biasanya untuknya,” sambungnya.

“Tapi itu bukan berarti saya tidak bisa memberikannya persaingan dari manapun saya start. Saya akan berusaha sekeras mungkin. Bukan berarti saya tidak bisa memenangi balapannya, yang mana jadi pemikiran saya ketimbang sekadar membatasi kerugian,” demikian pebalap Inggris ini.