free html hit counter

Pasca Kudeta Militer, Turki Mengindikasikan Hidupkan Kembali Hukuman Mati

BeritaBintang –   Turki telah mencabut hukuman mati dari undang-undang (UU) sejak 2004. Namun, negara di antara Benua Asia dan Eropa itu tidak pernah melakukan eksekusi mati sejak 1984. Mereka yang terakhir kali dieksekusi mati pada 1980-1984 terlibat dalam upaya kudeta militer.

Tampaknya, sejarah itu ingin diulangi oleh Turki di bawah pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sebab, pada Jumat 15 Juli 2016, Turki kembali dilanda upaya kudeta militer. Beruntung, upaya kudeta militer tersebut berhasil digagalkan.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengindikasikan hukuman mati bisa saja dihidupkan kembali pasca upaya militer yang menewaskan 265 orang itu. Pasalnya, Erdogan ingin agar semua dalang di balik upaya kudeta itu diberi hukuman setinggi-tingginya.

“Sebagaimana yang Anda tahu, hukuman mati telah dicabut dari sistem hukum. Kita akan mendiskusikan langkah apa yang akan diambil untuk mencegah upaya (kudeta militer) serupa di masa depan,” tutur Yildirim, seperti dimuat BintangBola.Co , Minggu (17/7/2016).

Sedikitnya 265 orang tewas setelah usaha kudeta militer itu gagal dilaksanakan. Lebih dari 2.800 personel militer telah ditangkap dan 2.700 di antaranya dibebastugaskan. Selain itu, sekira 2.745 hakim dipecat oleh pemerintah Turki pasca kudeta tersebut.