free html hit counter

Pajak Impor Naik, Maserati Bakal Umumkan Harga Baru Pekan Depan

BeritaBintang – Satu per satu merek-merek premium yang selama ini mengandalkan suplai dari impor kendaraan utuh (completely built up/CBU) mulai mengeluh.

Keputusan pemerintah menaikan pajak bea masuk (BM) impor CBU dari 40 persen menjadi 50 persen dipastikan akan mengganggu bisnis mereka.

Setelah Garansindo Inter Global (pemasar merek Fiat-Chrysler), BMW Group Indonesia, dan Ferrari Jakarta, kini Maserati Indonesia juga mengungkap hal serupa.

“Jujur saja berat karena itu (kenaikan BM impor) setelah kita resmi masuk pada akhir tahun lalu. Kita sudah melakukan adjusment harga mulai dari perubahan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah – berlaku sejak Maret 2014), kami tetap mau memberikan harga terbaik,” kata Ismail Ashlan, Public Relation Manager Masertati Indonesia kepadaKompasOtomotif, Kamis (30/7/2015).

Ismail mengatakan, kondisi perekonomian kini sedang sulit karena pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cukup mengagetkan menembus Rp 13.000. Proses peresmian peraturan baru pemerintah tentang bea masuk dianggap mendadak dan minimnya sosialisasi yang dilakukan menjelang pelaksanaan pada 23 Juli, juga disesalkan.

“Sekarang kita harus sekali lagi melakukan adjusment harga karena adanya peraturan pemerintah. Kalau dipersulit sih enggak, yang menghadapi ini kita semua. Semua main di lapangan yang rata. Kami merasa tidak dipersulit tapi pilihan waktunya tidak tepat, karena penjualan turun terus,” ujar Ismail.

Kini Maserati Indonesia akan melakukan yang terbaik untuk bertahan. Harga baru sudah ditetapkan tapi baru bisa diumumkan dua pekan lagi.