free html hit counter

Orangtua Didorong Sukseskan PIN Polio

BeritaBintangGUNA mencegah penyebaran virus polio, maka orangtua didorong untuk menyukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tanggal 8 Maret – 15 Maret 2016. Para petugas medis Dinas Kesehatan dan posyandu juga melakukan sweeping kepada para balita agar mau divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok dr Lies Karmawati membenarkan bahwa, setiap anak memiliki tingkat kekebalan daya tahan tubuh masing-masing. Namun tingkat kerentanan penularan vaksin polio tetap harus diantisipasi.

“Sekarang anak itu punya bakat timbulkan kekebalan. Tapi kalau memang lingkungan kita ternyata tidak mendukung misalnya cacar api, sekarang orang enggak diimunisasi enggak apa-apa kan virusnya sudah enggak ada. Sekarang kalau anak enggak diimunisasi polio, jika enggak kena itu berarti kekebalan tubuhnya luar biasa. Tapi kalau tiba – tiba ia kena mau salahin siapa, orangtua harus membawa anaknya divaksin,” katanya di Depok, belum lama ini.

Lies menambahkan sehingga resiko penularan virus tetap ada. Sebab virus polio penularannya muncul mirip seperti virus Hepatitis A.

“Yang kita cegah jangan sampai muncul. Bisa sebarkan orang ke orang ke orang. Adanya di saluran cerna, dari air liur muncrat, sendok ganti – ganti, seperti hepatitis ,” ungkapnya.

Setiap kota juga memiliki angka indikator angka pencegahan penyakit lumpuh layu. Indikatornya yakni maksimal dua penderita lumpuh layu per 100 ribu penduduk.

“Depok dengan dua juta penduduk, kami menemukan dibawah 40. Sehingga masih dibawah ambang batas aman. Itu bukan polio tetapi penderita lumpuh layu,” kata Lies.