free html hit counter

Oon dan Perjalanan Dua Dekade di ‘Project Pop’

BeritaBintangOon dan Perjalanan Dua Dekade di ‘Project Pop’

Bernama asli Muhammad Fachroni, Oon bergabung dengan grup vokal komedi asal Bandung Project Pop sejak pertama kali dibentuk 1996. Hingga tahun lalu, grup vokal tersebut telah menelurkan hingga 10 album.

Oon menjadi personel bersama anggota lainnya yakni Gumilar Nurochman (gugum), Wahyu Rudi Astadi (odie), Mochammad Fachroni (oon), Kartika Rachel Panggabean (Tika), Djoni Permato (udjo) Hermann Josis Mokalu (Yosi) dan Hilman Mutasi (hilman).

Hilman keluar dari grup vokal dari Bandung itu pada 2000, sehingga menyisakan Oon dan lima personel lainnya hingga saat ini.

Sejak dibentuk hingga 2015, Project Pop telah melahirkan 10 album, di antaranya Lumpia Vs Bakpia (1996), Tu Wa Ga Pat (2000), Bli Dong Plis (2001), Pop OK (2003), Pop Circus (2005), Six a Six (2007), Top of the Pop (2008), You Got (2009), Move On ( 2013), dan Move On Lagi (2015).

Selain bermusik, Oon dan Project Pop juga kerap terlibat dalam pembuatan film. Di antaranya bermain di Laskar Pemimpi (2010), Test Pack (2012), Get M4rried (2013) dan The Wedding & Bebek Betutu (2015).

Oon pernah membagi foto salah satu adegan di film Testpack yang dibintanginya lewat akun Instagram miliknya.

Baca Juga: ” Menhan Trump: Rusia Pecah-belah NATO

Kehidupan pribadi

Pria kelahiran 19 Juli 1972 ini menikah dengan Dessy Rosalianita pada 26 Juni 2004, dan dikarunia dua anak Raki dan Rashad.

Oon bertemu Dessy yang akrab disapa Ocha setahun sebelumnya saat Project Pop sedang membuat video musik Dangdut is the Music of My Country, di mana Ocha menjadi salah satu modelnya. Hubungan mereka langgeng dan jauh dari rumor keretakan.

Sakit Diabetes

Sejak Oktober 2016, Oon dirawat intensif di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung karena sakit diabetes dan komplikasi yang diidapnya sampai ke ginjal, jantung hingga liver. Menurut Ocha, kondisi Oon mulai memburuk sejak enam bulan terakhir. Ia harus menjalani cuci darah semingu tiga kali, dan kondisinya naik turun.

Atas permintaannya, pada 11 Januari 2017 ia memilih untuk pulang dan dirawat di rumahnya supaya bisa lebih dekat dengan keluarga.

Dua hari setelahnya ia meninggal dunia pada pukul 05:00 WIB di kediamannya di Bandung akibat komplikasi dari diabetes turunan yang dideritanya sejak usia 28 tahun.