free html hit counter

Ngeri! Kelompok Saracen Patok Tarif dari Rp10 Juta hingga Rp45 Juta

BeritaBintang –  Ngeri! Kelompok Saracen Patok Tarif dari Rp10 Juta hingga Rp45 Juta

Sindikat Saracen menyebarkan kebencian dan fitnah dengan menggunakan isu SARA di media sosial. Tak tanggung-tanggung, dalam kegiatannya menyebarkan fitnah itu Saracen mematok tarif hingga puluhan juta untuk para konsumen yang menyewa jasanya.

Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengungkapkan, penyidik mengetahui tarif tersebut dari penemuan satu bundel proposal yang disita.

Dalam proposal itu, ia mengatakan, untuk pembuatan website dikenakan biaya Rp15 juta. Selain itu, untuk jasa jasa buzzer kelompok Saracen mematok tarif Rp45 juta per bulan. Sementara sang ketua meminta harga Rp10 juta.

“Ini kan baru data yang ditemukan dari yang bersangkutan. Termasuk kemudian siapa yang pesan, sampai saat ini juga sangat tertutup bersangkutan,” kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

[Baca Juga -“Momentum Hangat Pertemuan Fadli Zon & Habib Rizieq di Tanah Suci“]

Ia menerangkan, sejauh ini polisi hanya baru bisa mengungkap adanya modus permintaan Saracen kepada para konsumen. Namun, untuk hal sebaliknya konsumen yang meminta kepada Saracen masih dalam pendalaman kepolisian.

Awi menegaskan, pihaknya akan mencari tahu siapa saja pihak, baik perorangan atau kelompok, yang pernah menggunakan jasa Saracen. Sejauh ini, masih mengalami kesulitan lantara para tersangka tak kooperatif.

“Sulit diminta keterangan. Data yang ada memang tiga orang ini yang punya hubungan. Dalam artian misalnya permintaan uang ada ini, baru mereka. Tapi kalau yang lain terkait dengan kelompok atau siapa yang pernah pesan kepada mereka. Ini masih proses pendalaman,” papar Awi kepada Poker Online.

Tak hanya itu, polisi saat ini juga sedang mendalami jumlah uang dan aliran dana dari hasil kejahatan yang dilakukan oleh sindikat Saracen.

“Masih proses pendalaman karena mereka tidak terbuka. Polisi akan mencari,” kata Awi.