free html hit counter

Musim Panas Tahun Ini Terjadi 700 Gigitan Ular di Malaysia

BeritaBintang –  Pemerintah Malaysia mencatat sedikitnya terjadi 700 gigitan ular pada musim panas 2016. Kondisi cuaca yang panas akibat fenomena El Nino dianggap sebagai penyebab meningkatnya gigitan ular, khususnya di daerah padat penduduk.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Dr S Subramanian, negara tersebut mencatat sekira 730 kasus gigitan ular dari Januari-April 2016. Jumlah tertinggi kasus gigitan ular terjadi di bagian utara Malaysia seperti Kadah dan Perak. Di wilayah tersebut suhu meningkat hingga 39 derajat Celsius dari rata-rata 33 derajat Celsius.

“Meningkatnya kasus gigitan ular disebabkan hewan reptil seperti ular biasanya keluar dari habitatnya untuk mencari tempat-tempat yang lebih dingin ketika suhu di tempat mereka melonjak naik,” ujar Menkes Malaysia, Dr. Subramanian, sebagaimana dikutip dari Kampusbet.co , Sabtu (30/4/2016).

Terkait kejadian ini, Pemerintah Malaysia telah memberikan pengobatan atau penangkal bisa ular yang disebarkan di lebih dari 139 rumah sakit di Malaysia. Pemerintah menjamin bahwa pasokan penangkal bisa ular di seluruh rumah sakit sudah cukup.

Meningkatnya gigitan ular telah menjadi isu utama di kota-kota Malaysia. Pada April 2016, anak kecil berusia sembilan tahun, Nuri Nadirah Ruslan, dilaporkan meninggal dunia setelah dipatuk oleh ular berbisa di kompleks sekolahnya di Pengkalan Chepa, Kelantan. Dua hari kemudian, gadis kecil dilaporkan tiba-tiba ambruk di sekolahnya di Negeri Sembilan setelah seekor ular menggigit lehernya.

Selama ini, Malaysia memang diketahui sebagai tempat bagi sejumlah ular berbisa, termasuk malayan pit viper, shore pit viper, monocled cobra, king cobra, dan Krait Banded.