free html hit counter

Muhammad Ali Diabadikan Jadi Nama Jalan di New York

BeritaBintang –  Petinju legendaris dunia asal Amerika Serikat (AS), Muhammad Ali, meninggal dunia pada Jumat 3 Juni 2016 malam waktu AS (Sabtu 4 Juni 2016 pagi WIB) di usia 74 tahun karena mengalami masalah pernapasan dan menderita parkinson di hari tuanya. Banyak orang, mulai rakyat biasa sampai pemimpin dunia, merasakan kehilangan sosok pejuang Muslim kulit hitam (Afrika-Amerika) ini.

Guna mengenang jasa juara tinju dunia kelas berat sebanyak tiga kali ini, Wali Kota New York Bill de Blasio memutuskan untuk mengubah 33rd Street menjadi Muhammad Ali Way pada Selasa 7 Juni 2016. Jalan 33rd berada di dekat Madison Square Garden yang ikonik, lokasi yang pernah menjadi saksi bisu delapan kali pertandingan The Greatest.

“Sepanjang hidupnya, dia menyandang gelar tersebut lagi dan lagi. Dan hari ini, kita memberikan penghormatan kepada seorang pria yang menjadi jantung hati kota ini,” terang Blasio mengenai maksud dan tujuan dari perubahan nama jalan tersebut, seperti diwartakan BintangBola.Co , Rabu (8/6/2016).

Jenazah Muhammad Ali sendiri akan dimakamkan secara Islam di Freedom Hall pada Kamis 9 Juni 2016 waktu Kentucky, Amerika Serikat. Sebab keluarga memutuskan untuk mengundang semua pihak dari berbagi lapisan masyarakat untuk menghadiri acara penghormatan terakhir bagi jenazah.

Berbagai pemuka lintas agama diundang, demikian juga para pemimpin dunia, seperti Bill Clinton, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Yordania Raja Abdullah II.

“Muhammad Ali menginspirasi Amerika (Serikat) dengan keberaniannya. Dia berdiri untuk memperjuangkan ketidakadilan, dan dia menang. Ketika melakukan itu, dia mengubah dunia,” puji anggota Dewan Corey Johnson.