free html hit counter

MotoGP di Indonesia Masih Tanpa Kepastian

BeritaBintang – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sampai sekarang belum menentukan venue untuk MotoGP 2017 yang rencananya berlangsung di Indonesia. Padahal, sebelumnya April 2016 Kemenpora akan mengambil keputusan terkait venue MotoGP di Indonesia.

Indonesia ditunjuk Dorna sebagai salah satu tuan rumah untuk MotoGP 2017. Namun, masih banyak ketidakpastian dalam persiapan Indonesia menjadi tuan rumah balapan motor paling bergengsi di dunia itu.

Hingga kini, niat Indonesia untuk menggelar MotoGP terbentur masalah infrastruktur, termasuk belum turunnya Keppres (Keputusan Presiden). Pemerintah belum berani ambil keputusan untuk menunjuk venue. Sirkuit Sentul memang sudah mengajukan diri, namun belum disetujui pemerintah.

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot. S. Dewabroto, menyatakan, batas waktu penentuan venue MotoGP adalah Juni 2016. Namun, Gatot mengatakan, sebaiknya keputusan terkait venue jangan terlalu lama.

“Kontrak akan ditandatangani paling lambat Juni 2016. Tapi, ini sudah awal April, jadi harus cepat-cepat. Jangan sampai menunggu hingga waktu mepet,” ucap Gatot kepada wartawan.

Sirkuit Sentul memang masih dipertimbangkan. Namun, kondisi Sirkuit Sentul saat ini tak memadai untuk menggelar balapan papan atas seperti MotoGP. Yang pasti, harus dilakukan renovasi menyeluruh agar Sirkuit Sentul mampu memenuhi standar untuk menggelar MotoGP.

Namun, ada opsi lain yang juga dipertimbangkan. Ada wacana pemerintah Indonesia berencana membuat sirkuit baru di Palembang, Sumatera Selatan. Jika opsi itu diambil, pembuatan sirkuit baru tentu membutuhkan waktu yang tak sebentar dan biaya yang tak sedikit.

Tercatat, terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP adalah pada musim 1997. Saat itu Valentino Rossi masih balapan di kelas 125cc. Max Biaggi yang jadi pemenang di kelas 250cc dan Tadayuki Okada yang menguasai kelas 500cc pada MotoGP Sentul 1997.