free html hit counter

MotoGP 2017 di Indonesia Banyak Kendala, tapi The Show Must Go On

BeritaBintang –    Pencinta balap motor masih dibuat was-was karena kepastian Indonesia menggelar MotoGP mulai musim 2017 tak kunjung ada. Belum lagi dengan sederet kendala yang dimiliki Merah Putih. Akan tetapi, pemerintah dalam hal ini kemenpora menyatakan “The Show Must Go On”.

Dorna Sports sebagai promotor MotoGP menjamin Indonesia bisa menggelar MotoGP asalkan syarat yang diminta dipenuhi, yaitu masterplan kegiatan balap, pendanaan, renovasi Sirkuit Sentul dan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai bukti keseriusan dari calon tuan rumah.

Meski Dorna sudah memberikan sikap positif, berbeda dengan Indonesia. Hingga kini belum ada kejelasan pendanaan MotoGP akan berasal dari mana dan bentuk kepanitiaan akan seperti apa. Padahal Dorna memberikan tenggat waktu terakhir penyerahan masterplan adalah pada 31 Agustus 2016.

“Namun demikian, the show must go on. Artinya, MotoGP tetap jalan dan kewajiban deadline tetap dipatuhi sampai dengan 30 Januari 2016. Sesuai hasil Sidang Kabinet Terbatas pada 11 Januari,” ujar Gatot Dewa Broto Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora kepada wartawan.

“Presiden sudah memberi arahan MotoGP tetap jalan, namun dikaji lebih mendalam. Insya Allah MotoGP tetap on schedule. Kepada pihak Pak Tinton (Direktur Utama Sirkuit Sentul) pun dibuka peluang untuk menjadi EO sejauh menang dalam bidding process,” sambungnya.

Pemerintah menegaskan, penyelenggaraan MotoGP tidak boleh memakai uang negara yang berasal dari APBN. Alasannya balap MotoGP adalah program swasta dan hiburan, bukan dalam rangka pembinaan olahraga nasional.

“Akan keluarkan Keppres untuk Pembangunan Sirkuit MotoGP (oleh PU/Menpora) yang bisa dijadikan komitmen pemerintah untuk penyediaan sirkuit, sesuai dengan LOI Menpora dengan Dorna,” papar Gatot.

“Penyelenggara MotoGP harus dilelang ke swasta, dan penyelenggara bisa menyewa sirkuit yang dibangun pemerintah sehingga dari aspen APBN aman,” tutupnya.