free html hit counter

Mostar, Kota Kuno di Bosnia-Herzegovina yang Kental dengan Nuansa Islam

BeritaBintangMostar, Kota Kuno di Bosnia-Herzegovina yang Kental dengan Nuansa Islam

BILA di Spanyol dan Portugal ada peninggalan peradaban Islam yang selalu menarik kunjungan turis, di Bosnia-Herzegovina ada sebuah kota yang kental dengan nuansa Islam. Hal ini karena mayoritas penduduk Bosnia beragama Islam. Di kota Mostar bisa dijumpai peninggalan Kesultananan Turki serta masjid bergaya arsitektur Utsmani.

Bosnia-Herzegovina merupakan negara kecil pecahan Yugoslavia yang berada di Eropa sebelah tenggara. Lama diperintah oleh dinasti Utsmaniyah dari Turki membuat penduduk Bosnia memeluk Islam hingga sekarang. 51% warga Bosnia adalah Muslim, sisanya memeluk Kristen katolik dan Kristen ortodoks.

Dinasti Utsmaniyah memerintah Bosnia selama lebih dari 400 tahun sejak pertengahan abad ke-15 hingga akhir abad ke-19. Jejak peradaban Utsmani masih terasa kental di kota Mostar, bercampur dengan gaya bangunan Astro-Hungaria dan Balkan. Disamping jembatan Stari Most yang sangat cantik, peninggalan Utsmaniyah lannya adalah Old Bazar Kujundziluk.

Pasar luar ruang ala Turki ini berada di pinggir Sungai Neretva, dekat dengan jembatan Stari Most. Old Bazar Kujundziluk masih mempertahankan ornamen – ornamen dari dinasti Utsmaniyah hingga kini dengan banyaknya penjual yang menjual lampu gantung, teko keramik, dan gelang tembaga. Jalanan berbatu dan sempit sepanjang pasar dihiasi dengan berbagai toko seni, masjid serta kedai kopi tradisional. Suasananya serasa seperti berada di masa lampau. Seru!

[ Baca Juga – ” Rayakan Ulang Tahun ke 200, Kota Ini Gelar Festival Setahun Penuh ” ]

Peninggalan dinasti Utsmaniyah lainnya yang masih aktif digunakan hingga sekarang adalah masjid Koski Mehmed Pasha. Masjid ini kental dengan gaya arsitektur Turki dengan adanya minaret dan kubah masjid yang mirip dengan bentuk masjid di Turki. Lokasinya yang strategis berada di utara jembatan Stari Most membuat para turis sering mengunjungi masjid dan naik ke minaretnya untuk melihat panorama kota Mostar dari atas.

Untuk masuk ke Masjid Koski Mehmed Pasha mesti membayar tiket masuk sebesar 2 Euro atau Rp33.300. Sementara untuk naik ke atas minaret perlu membayar tiket masuk sebesar 5 Euro atau Rp83.200. Telah disediakan pula syal untuk menutup kepala turis perempuan di dekat pintu masuk.

Peninggalan Dinasti Utsmaniyah lainnya adalah Masjid Karadjoz-bey yang juga kental dengan nuansa Turki. Dibangun pada tahun 1557 oleh arsitek Kodza Mimar Sinan, masjid ini disebut sebagai masjid tercantik di wilayah Herzegovina. Kedua masjid ini sebenarnya hancur lebur dalam perang sipil di Bosnia pada tahun 1990an namun sudah dibangun kembali.

Berjarak 12 km di luar area kota Mostar, masih berdiri dengan utuh tanpa tersentuh bencana perang Blagag Tekke atau biara Darwis yang dibangun sebagai tempat berkumpulnya persaudaraan sufi. Bangunan bergaya Utsmani dan mediterania ini terletak persis di sebelah sungai Buna yang airnya berwarna biru hijau yang indah. Panorama di Blagag Tekke terlihat makin indah dengan keluarnya air dari sela tebing dan gua mengalir menuju sungai Buna. Blagag Tekke sering dikunjungi para peziarah maupun turis.