free html hit counter

‘Minions,’ Kekejaman Berbalut Komedi Slapstick

BeritaBintang – Penonton Despicable Me (2010) dan Despicable Me 2 (2013) tentunya belum lupa betapa menggemaskan tingkah para makhluk kuning minion. Tawa pun meledak memenuhi sekujur bioskop.

Kini, saat menonton Minions (2015), tawa bakal makin kencang. Siapa juga yang bisa menahan tak terpingkal melihat aksi kocak para makhluk kuning imut-imut ini.

Setelah sukses membuat penonton bioskop tertawa dan meraih US$ 543,1 juta (2010) serta US$ 970,8 juta (2013) dari dua film sebelumnya, kini, sutradara Pierre Coffin tampaknya harus siap menerima lebih banyak pendapatan dari kisah prekuel para minion ini.

Minions mengambil kisah perjalanan tiga minion dalam sebuah misi mencari tuan mereka yang baru. Adalah Kevin, Stuart, dan Bob yang menjadi pionir dari kaum mereka untuk mendapatkan majikan baru yang jahat dan kejam.

Meski lucu, tampaknya para makhluk kuning pecinta pisang ini dikuntit oleh kesialan karena ulah mereka membuat para majikannya mati ataupun tertimpa kemalangan. Kesialan tersebut menuntut mereka untuk terus bergerak mencari majikan baru yang dapat mereka layani.

Pencarian tersebut pada akhirnya menuntun mereka kepada Scarlet Overkill (Sandra Bullock), seorang wanita legenda dalam dunia kejahatan internasional yang berambisi untuk menjadi wanita terjahat di dunia dengan mencuri mahkota Ratu Elizabeth.

Guna memuluskan niatnya ini, Scarlett memanfaatkan tiga minion polos, Kevin, Stuart, dan Bob. Namun lagi-lagi, kesialan yang dibawa oleh para minion ini menjadikan Scarlett harus bekerja lebih keras.

Tak usah ditanya betapa lucunya para minion ini dalam menjalani petualangan mereka yang penuh warna. Keberanian Kevin, kebaikan Bob, dan kepintaran Stuart menjadikan petualangan mereka di London menjadi tontonan penuh tawa hingga melupakan bahwa mereka memperlihatkan aksi kejahatan kepada anak-anak.

Inti kisah para minion memang menunjukkan usaha dalam melakukan kejahatan dan perbudakan, dan semestinya tidak dipertontonkan kepada anak-anak. Para orang tua harus dengan ekstra mendampingi anak-anak menonton makhluk menggemaskan tersebut agar tidak lantas ditiru para anak kecil selepas mereka menonton.

Komedi yang dibawakan oleh sutradara keturunan Indonesia, Pierre Coffin, memang cenderung slapstick yang biasa justru menjadi favorit di Indonesia. Komedi slapstick masih menjadi andalan pasar untuk memancing para penonton terpingkal-pingkal hingga kebelet kencing.

Namun bila pada umumnya komedi slapstick membuat tertawa hingga menangis dan sakit perut, Coffin memberikan komedi yang pas. Jangan khawatir untuk tertawa hingga rahang terasa pegal ataupun sakit perut, tetapi juga jangan takut pulang dengan perasaan hampa karena cerita yang tidak lucu. Minions membuat penonton tertawa dengan porsi yang pas.

Alur cerita yang mudah dicerna namun juga berisikan fantasi jenaka membuat penonton betah menghabiskan kurang lebih seratus menit duduk dan menemani anak mereka, atau mereka sendiri, menjerit menahan gemas. Aksi para minion bisa ditonton di bioskop mulai 17 Juni 2015 di Indonesia.

Keberadaan Minions di momen liburan sekolah dan memasuki bulan Ramadan tahun ini jelas menjadikan persaingan box office selama liburan yang sebelumnya diawali dengan raungan para dinosaurus ganas di Jurrassic World.