free html hit counter

Merasa Dimata-matai, SBY Murka

BeritaBintangMerasa Dimata-matai, SBY Murka

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bila benar tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan penyadapan terhadap nomor telepon dirinya, maka itu merupakan tindakan pidana. Bahkan, ia menilai tindakan tersebut ilegal.

“Kalau betul percakapan saya dengan Pak Maaruf Amin atau dengan siapapun disadap tanpa alasan yang sah, tanpa perintah dari pengadilan, namanya itu penyadapan ilegal,” ujarnya di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat.

Presiden RI ke- VI itu menambahkan, kalau mereka memiliki maksud lakukan itu untuk motif politik sehingga dinamakan political spying. Sehingga dari sudut hukum dan politik sudah jelas akan terjerat.

“Aspek hukum dan politik mereka sudah jelas mereka masuk,” imbuhnya.

[Baca Juga -“Hari Ini, Bareskrim Periksa Mpok Sylvi Terkait Dana Hibah Pramuka“]

Menurutnya, mereka lakukan itu untuk meraup keuntungan demi mengetahui strategi lawannya dalam Pilkada DKI Jakarta. Terlebih lagi, dalam pesta demokrasi, penyadapan itu bisa menjatuhkan lawan politiknya.

“Dalam Pilpres maupun Pilkada, penyadapan ini sangat bisa membuat kandiat kalah. Karena ketahuan semua strateginya,” paparnya.

Ia berharap, kepada pihak kepolisian untuk menulusuri ucapan dari tim Ahok yang mengatakan memiliki rekaman percakapan telepon dirinya.

“Sebagai warga negara biasa, saya berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tindakan ilegal terssebut,” tandasnya.

Sekedar diketahui, nama SBY kerap dikaitkan dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam persidangan, kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat menyinggung adanya percakapan telefon antara SBY dengan Ketua MUI Ma’ruf Amin.

Dalam percakapan itu, SBY dan Ma’ruf Amin disebut membicarakan seputar pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor PBNU. Agus yang merupakan anak sulung SBY merupakan salah satu calon gubernur DKI Jakarta.