free html hit counter

Menhan Trump: Rusia Pecah-belah NATO

BeritaBintangMenhan Trump: Rusia Pecah-belah NATO

Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis menuduh Rusia ingin memecah-belah NATO dan, di bawah pemerintahan baru, negeri Paman Sam akan mencegahnya.

Kritik tajam jenderal purnawirawan marinir ini berkebalikan dari sikap Donald Trump, presiden terpilih AS yang memilihnya sebagai menteri.

Trump telah berulang kali memuji kualitas kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyatakan berniat menjalin hubungan lebih baik.

Diberitakan AFP, Jumat (13/1), Mattis mengatakan dia meyakini keberlangsungan dunia modern saat ini sedang mengalami ancaman terbesar sejak Perang Dunia II.

“Dan itu datang dari Rusia, dari kelompok teroris dan dari perbuatan China di Laut China Selatan,” kata Mattis kepada Komite Senat Layanan Militer AS.

Pernyataan ini dilontarkan sehari setelah calon Menteri Luar Negeri Rex Tillerson juga mengatakan akan mengambil sikap keras dengan Rusia.

Baca Juga: ” Ditolak Label, masa kelam Vidi Aldiano di Industri Musik

Mattis mencatat, seperti Trump, dia terbuka akan kemungkinan kerja sama lebih baik dengan Rusia. Namun, dia menekankan, dirinya tidak berharap banyak.

“Saya sangat terbuka untuk bekerja sama. Tapi kita juga harus menyadari kenyataan dan apa yang ingin dilakukan Rusia,” ujarnya.

“Semakin sedikit bidang di mana kita bisa bekerja sama dan semakin banyak bidang di mana kita harus berkonfrontasi dengan Rusia.”

Di luar permasalahan ini, belakangan intelijen AS juga menyebut Rusia campur tangan dalam pemilihan Trump sebagai presiden. Selain itu, dalam laporan yang belum terverifikasi, belakangan mencuat dugaan Moskow lama punya hubungan dekat dengan penasihat Trump.

Ketika berkampanye, Trump mempertanyakan peran NATO dan mengisyaratkan negara-negara mesti berkontribusi besar secara finansial pada organisasi trans-atlantik itu jika ingin diperhatikan.

Mattis mengatakan organisasi itu “penting untuk kepentingan nasional kita” dan mempertegas dengan mengatakan, “jika kita tidak punya NATO, kita harus membuatnya.”