free html hit counter

Mengintip Restoran Seafood Bertema Seks di China

BeritaBintang –  Seorang perempuan bernama Lu Lu membuka sebuah restoran dengan konsep tidak biasa. Pasalnya, perempuan berusia 27 tahun itu bersama sang ayah membuka restoran bertema seks sebagai konsep utama sejak 2015.

Lu yang merupakan seorang janda itu mengaku restorannya sangat laku sejak dibuka. Meski bertema seks, restoran tersebut menyajikan makanan laut atau seafood sebagai menu utama. Sang ayah bertugas memesan berbagai benda yang akan dijadikan dekorasi utama demi menawarkan sensasi dunia horny dan sensual.

“Makanan dan seks adalah hasrat dasar manusia dan itu tidak pernah berubah dalam 5000 tahun terakhir. ‘Lepaskan insting dasar Anda’ dan ‘Bebaskan diri Anda’ adalah dua konsep yang kami gunakan,” tutur Lu, seperti dimuat BintangBola.Co, Senin (30/5/2016).

Lebih lanjut Lu mengatakan hanya akan menyediakan makanan bagi generasi baru berisi penduduk kota yang terpelajar dan sangat ingin mengeksplorasi seks. Masyarakat China sendiri dikenal tabu untuk membicarakan seks, tetapi pendidikan seks tetap tidak diajarkan di sekolah-sekolah. Pemerintah juga melarang konten vulgar di televisi atau internet.

Restoran milik Lu sangat rentan disegel oleh otoritas setempat.

Pada April 2016, polisi menerbitkan perintah penutupan selama dua pekan kepada sebuah bar di Beijing. Pasalnya, bar tersebut memanggungkan pertunjukan seni di mana pengunjung diperbolehkan menyentuh payudara perempuan. Restoran Lu sendiri menyajikan minuman dan makanan dalam wadah berbentuk alat vital baik laki-laki maupun perempuan.

Lu mengaku restorannya pernah dikunjungi satu kali oleh pihak kepolisian. Namun, ia tetap diperkenankan membuka restoran tersebut. Padahal, restoran tersebut memajang boneka seks di rak-rak dan para pelayan memakai celemek bergambar payudara.

Lu bahkan memiliki ide nakal lainnya. Demi meningkatkan gairah, ia ingin agar tangan konsumen perempuan diborgol dan membiarkan pasangan prianya menyuapi mereka. Lu juga ingin menawarkan agar konsumen bisa mencambuk para pelayan layaknya adegan seks hardcore.

Salah satu pelanggan mengaku ingin Lu segera mewujudkan ide nyeleneh tersebut sekaligus melewati batasan lainnya. “Saya pikir mereka bisa lebih gila daripada ini,” kata pelanggan bernama Eric Deng.