free html hit counter

Mengapa Daun Emas Banyak dan Boleh Dimakan di Jepang?

BeritaBintang – Washoku atau makanan Jepang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Beberapa makanan tradisional Jepang termasuk juga kue-kue menggunakan daun emas (Kinpaku) yang sangat tipis dan boleh dimakan oleh manusia. Apakah tidak bahaya, tidak apa-apa bagi kesehatan tubuh kita?

 belajar dari banyak ahli makanan dan kesehatan di Jepang, ternyata Kinpaku, yang juga emas asli, dengan ketebalan 0,0001 mm, terlalu amat sangat tipis itu,ternyata memang boleh dimakan dan tak apa-apa bagi kesehatan manusia.

Emas yang sangat tipis tersebut tidak akan berubah di dalam tubuh kita dan akan ke luar begitu saja bersama tinja kita saat buang air besar.

Sedangkan silver atau perak dan logam lain berbahaya karena akan berubah di dalam pencernaan kita dan dapat merusak tubuh kita.

Emas asli 24 karat yang dibuat menjadi Kinpaku itu pun berasal dari logam lempengan emas agak tebal. Lalu digencet dua silinder terus menerus sehingga menipis sekali.

Washoku atau makanan Jepang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Beberapa makanan tradisional Jepang termasuk juga kue-kue menggunakan daun emas (Kinpaku) yang sangat tipis dan boleh dimakan oleh manusia. Apakah tidak bahaya, tidak apa-apa bagi kesehatan tubuh kita?

Tribunnews.com belajar dari banyak ahli makanan dan kesehatan di Jepang, ternyata Kinpaku, yang juga emas asli, dengan ketebalan 0,0001 mm, terlalu amat sangat tipis itu,ternyata memang boleh dimakan dan tak apa-apa bagi kesehatan manusia.

Emas yang sangat tipis tersebut tidak akan berubah di dalam tubuh kita dan akan ke luar begitu saja bersama tinja kita saat buang air besar.

Sedangkan silver atau perak dan logam lain berbahaya karena akan berubah di dalam pencernaan kita dan dapat merusak tubuh kita.

Emas asli 24 karat yang dibuat menjadi Kinpaku itu pun berasal dari logam lempengan emas agak tebal. Lalu digencet dua silinder terus menerus sehingga menipis sekali.

Masuk ke Jepang pun seiring dengan masuknya perdagangan barat pula masuk ke Jepang. Mulai masuk diperkirakan sekitar tahun 552 di Jepang.

Saat patung besat di kuil Todaiji didirikan tahun 749 penggunaan Kinpaku sudah dilakukan di Jepang dan mulai dikenal luas. Jadi keterkaitan agama Budha cukup kuat dalam mempopulerkan Kinpaku di Jepang.

Kinpaku paling banyak diproduksi di perfektur Kanazawa yang baru saja Oktober 2015 ini terhubung dengan Shinkansen Hokuriku, sehingga semakin praktis, nyaman dan semakin banyak orang ke sana.