free html hit counter

Menelusuri Jejak Anniesa Hasibuan Menghamburkan Uang, Sekali Show Rp1 Miliar Lebih Dihabiskan

BeritaBintangMenelusuri Jejak Anniesa Hasibuan Menghamburkan Uang, Sekali Show Rp1 Miliar Lebih Dihabiskan

Dugaan bahwa Anniesa Hasibuan memakai dana jamaah untuk membiayai karya fashion Anniesa di New York Fashion Week semakin kuat.

Bagaimanakah perjalanan Anniesa sesungguhnya di kota Big Apple pusat fashion dunia ini? Berapakah biaya yang dibayarkan? Apa benar ada investasi dana di New York?

Perjalanan Anniesa dimulai dari Couture New York Fashion Week. Dua kali menggelar karya-karya couture pada 2015, Anniesa sempat menggelar 16 karya dan terpilih sebagai desainer terbaik. Namun disisi lain para kritikus fashion menganggap Couture New York Fashion Week kurang selektif dalam memilih para desainernya. Dan Anniesa diduga membayar cukup besar agar bisa ikut dalam ajang pagelaran busana ini.

Andres Aquino, pendiri dan pemilik Couture New York Fashion mengatakan kepada VOA bahwa biaya yang dikenakan ke setiap desainer sebenarnya cukup wajar, yakni kira-kira Rp200 juta per show dan itu juga tergantung seberapa besar acaranya.

Selain itu Andres Aquino menambahkan, “Tujuan utama kami bukan mengumpulkan banyak uang dari desainer, melainkan untuk menggelar pagelaran busana, kami bisa mencari keuntungan dari cara lain.”

Menelusuri Jejak Anniesa Hasibuan Menghamburkan Uang, Sekali Show Rp1 Miliar Lebih Dihabiskan

Menurut Andres bahkan biaya yang mereka kenakan kira-kira hanya seperempat atau sepertiga jika dibandingkan dengan produser acara fashion week lainnya di Judi Online

Tahun 2016 Anniesa kembali ke New York dan tampil dalam ajang yang berbeda, New York Fashion Week The Show. Kali ini biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar. Menurut website Fashionista, biayanya berkisar Rp500 juta untuk satu kali pertunjukkan berdurasi 10 menit. Berapakah tepatnya biaya yang dikeluarkan? Pihak penyelenggara IMG dan agensi model yang dibayar oleh Anniesa menolak memberikan komentar.

{ Baca Juga, ” Masih Berkompetisi di Usia Senja, Rossi Mengaku Belajar Banyak dari Pembalap Muda ” }

Namun, agensi fashion Teti Nurhayati membuka hal ini kepada VOA. New York Fashion Week sebenarnya ada beberapa show, agensi fashion milik Teti Nurhayati fokus dalam pagelaran yang termasuk dalam agenda IMG.

Kepada VOA Teti mengatakan biaya yang dikenakan untuk show-nya saja berkisar antara Rp500 juta hingga Rp850 juta. Biaya tersebut diluar ongkos produksi antara Rp200 juta hingga Rp850 juta ditambah biaya PR dan komunikasi Rp65 juta hingga Rp200 juta. Ketika ditanya berapa kira-kira biaya yang dikeluarkan oleh Anniesa Hasibuan untuk pagelaran busana di New York Fashion Week the Shows, Teti menjawab “Kurang dari Rp1,3 miliar.”

Teti yang mengatakan baru mengenal Anniesa di New York adalah pemilik Indonesia Fashion Gallery yang terletak di 31st street tepat di jantung area Manhattan, New York. Indonesia Fashion Gallery menjual karya-karya lebih dari 10 desainer Indonesia termasuk busana Anniesa yang dijual sekira Rp 1 juta per pakaian.

Lalu, benarkah Anniesa melakukan investasi di galeri ini? Teti Nurhayati menanggapi dugaan tersebut, “Tidak benar, tidak ada investasi Anniesa, kalau mendapatkan sponsor iya betul karena kami ada kerjasama dengan Wardah, karena Wardah mensponsori beberapa desainer, bukan hanya Anniesa Hasibuan saja” ujar Teti.

Kemewahan juga terlihat dari cinderamata Anniesa yang diberikan gratis kepada para undangan yang datang ke pagelaran busananya selama di New York. Cinderamata berupa bros berlapis emas ini merupakan hasil desain Anniesa dengan motif paisley di dalam kotak berlambang huruf A. Tamu dari New York yang mendapatkan cinderamata ini tidak bersedia memberikan tanggapan.

Selama berada di New York, Anniesa dan timnya tinggal di apartemen mewah AKA Residence yang terletak dekat dengan area Central Park. Apartemen yang mirip bangunan kondominium ini dilengkapi dengan kolam renang indoor dan berbagai fasilitas mewah lainnya.

Menurut sumber dari dalam yang tidak mau disebut namanya, Anniesa diperkirakan menyewa apartemen ini dengan harga USD650 atau sekitar Rp10 juta per malam termasuk pajak dan lainnya, minimal untuk 10 hari, sehingga totalnya mencapai Rp100 juta untuk satu kali pagelaran busana di New York untuk satu kamar. Biaya ini belum termasuk biaya lain seperti pesawat, transportasi, makan, hingga keperluan pribadi lainnya.

Lalu bagaimana tanggapan industri fashion New York tentang kasus ini?

Para model, event organizer, stage crew hingga advertising agency, menolak untuk berkomentar.

Pemilik Couture New York Fashion Week, Andres Aquino, juga menolak untuk memberi pendapat tentang isu Anniesa Hasibuan, karena menurutnya ia tidak paham akar permasalahan dan konsekuensinya. “Saya menghormati opini masyarakat Indonesia,” ujar Andres Aquino.

Awal September 2017 ini sejumlah desainer fashion Indonesia akan kembali tampil di Couture New York Fashion Week dan New York Fashion Week The First Stage. Apakah kasus Anniesa ini akan berpengaruh pada penampilan mereka?

Lalu bagaimana masa depan industri fashion Indonesia di New York? Fashion Blogger di New York, Fawnia Soo Hoo, mengatakan para desainer Indonesia jangan khawatir karena menurutnya meskipun ada skandal Anniesa Hasibuan, masih banyak peluang bagi fashion dan desainer Indonesia untuk memperkenalkan diri dan karya mereka kepada Amerika dan dunia fashion di panggung New York Fashion Week.