free html hit counter

Menagih Janji Pemerintah Cari 13 Aktivis yang Hilang

BeritaBintang – Para aktivis hak asasi manusia (HAM) bertemu Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kamis (20/8/2015). Mereka menagih janji pemerintah menyelesaikan perkara penghilangan paksa 13 aktivis, 18 tahun silam.

Yati Andriyani, Wakil Koordinator Advokasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Yati Andriyani mengatakan, pihaknya meminta pemerintah menjalankan rekomendasi DPR periode 2004-2009.

“Kami minta pemerintah menjalankan empat rekomendasi DPR,” ujar Yati usai pertemuan di Kantor Kementerian Kumham, Jakarta, Kamis sore.

Empat rekomendasi yang dimaksud, yakni pembentukan pengadilan ad hoc, mencari 13 orang aktivis yang dinyatakan hilang, merehabilitasi dan memberikan kompensasi terhadap keluarga korban dan meratifikasi konvensi antipenghilangan paksa.

Yati mengatakan, Presiden Joko Widodo lewat Nawa Cita-nya telah berkomitmen untuk menuntaskan perkara penghilangan paksa 13 aktivis. Bunyi poin Nawa Cita yang dimaksud, “menghormati HAM dan penyelesaian secara berkeadilan terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu”.

Apalagi, lanjut Yati, penyelesaian kasus HAM juga tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019 Poin 8. Bunyinya, “penyelesaian secara berkeadilan atas kasus pelanggaran HAM masa lalu, memerlukan konsensus nasional dari semua pemangku kepentingan….”

Lantas, apa tanggapan Yasonna atas permintaan itu?

“Beliau berkomitmen atas apa yang sudah dijanjikan pemerintah saat ini. Ia akan menindaklanjuti keinginan keluarga korban ke tingkat yang lebih teknis,” ujar Yati.

Yati pun memastikan pertemuannya dengan Yasonna ini bukanlah yang terakhir. Akan ada pertemuan yang membahas teknis bagaimana penyelesaian perkara HAM masa lalu. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu berlangsung tertutup.

Selain Kontras, turut hadir aktivis Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI), aktivis Asian Federation Involuntary Disappearances (AFAD), ayah aktivis hilang Petrus Bimo Anugerah bernama Utomo Raharjo dan ayah aktivis hilang lain Ucok Munandar Sihaan bernama Iyan Sihaan.