free html hit counter

MEMILIKI payudara besar menjadi impian banyak wanita. Tapi bila payudara terlalu besar juga bisa merusak hidup Anda, seperti yang dirasakan Amanda Twiggs. Tidak hanya kesulitan mencari ukuran BH yang pas, ia juga sering mengeluh sakit punggung. Wanita yang kini menginjak usia 30 tahun sudah tersiksa dengan ukuran payudaranya yang besar sejak remaja. Ia kerap menangis ketika harus mencari bra untuk payudaranya yang mencapai 38D saat 15 tahun. Ketika berusia 19 tahun, payudara Amanda berhenti tumbuh pada ukuran 40EE. “Aku benci dengan payudara besar. Ini membuat saya selalu menghindar dari jam olahraga di sekolah, karena saya selalu takut payudara saya memantul dan menjadi perhatian orang,” tutur Amanda, seperti dikutip dari Mirror, Rabu (18/11/2015). Siksaan berlanjut setelah ia lulus sekolah menengah. Pekerjaannya di salah satu kasino di kotanya, membuat Amanda harus berdiri rata-rata 16 jam sehari. Masa-masa itu pun ia sebut sebagai masa penderitaan. “Karena pekerjaan itu, aku kerap mengalami nyeri punggung yang membuat saya harus minum obat penghilang rasa sakit setiap empat jam, mulai dari sarapan,” kata gadis, sebelum akhirnya dibantu untuk menjalani operasi pengecilan payudara yang telah mengembang sampai 42N. Sebelum menjalani prosedur tersebut, Amanda diminta menurunkan berat badan sekitar 0,6 kg. Dalam prosedur operasi tersebut, kurang lebih 1,2 kg jaringan payudara kiri dan 1,3 kg jaringan di payudara kanan Amanda diangkat. “Untuk wanita dengan payudara besar, tubuh dapat menjadi aus secara signifikan. Kerusakan saraf, pergeseran tulang, dan banyak masalah tulang belakang bisa dialami,” kata ahli bedah Professor Laurence Kirwan. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery bahkan menyebutkan bahwa wanita dengan payudara yang sangat besar bisa kehilangan lima tahun hidupnya lebih awal. Lebih lanjut lagi, studi dari negara Skandinavia mengatakan operasi pengecilan payudara akan menyehatkan dan meningkatkan aktivitas wanita.

BeritaBintang –  Rider andalan Movistar Yamaha sekaligus jawara MotoGP 2015, Jorge Lorenzo, mengaku akan mempertimbangkan untuk hijrah ke Ducati Corse musim depan. Pembalap berjuluk X-Fuera itu tak menutup peluang gabung Ducati jika pabrikan asal Italia itu mengajukan tawaran serius. Pernyataan ini diungkapkan Lorenzo kepada MARCA, Rabu (18/11/2015).

Lorenzo memang dikenal memiliki hubungan baik dengan General Manager Ducati, Luigi “Gigi” Dall”Igna. Gigi merupakan mantan direktur teknis Aprilia Racing, saat X-Fuera masih membela tim tersebut di kelas 250cc dan menjadi jawara intermediate class pada 2006 dan 2007.

Belakangan, Lorenzo juga kedapatan sering berbincang di paddock dengan Gigi serta Paolo Ciabatti yang menjabat Sporting Director Ducati.

“Kita lihat saja apa yang mereka tawarkan. Sejauh ini, impian saya masih bersama Yamaha sampai pensiun, tanpa ganti tim. Hanya sedikit pembalap yang bisa seperti ini. Ya, pensiun dengan dianggap sebagai legenda salah satu tim pabrikan,” kata Lorenzo.

“Meski begitu, saya tak menutup kemungkinan untuk pindah tim suatu saat nanti. Saya tak bisa menjamin bahwa bertahan selamanya dengan Yamaha akan terjadi. Semua bisa terjadi, apalagi jika Ducati benar-benar serius menginginkan saya,” jelas rider berusia 28 tahun tersebut.

Sebagai informasi, kontrak Lorenzo dengan Yamaha sendiri akan habis akhir musim depan. X-Fuera sudah membela panji Yamaha di premier class sejak 2008. Dia memang banyak berjasa dengan perkembangan motor M1, bahkan tiga kali sukses menggondol titel juara bersama Tim Garpu Tala. Sebelum musim 2015, JL99 juga merajai musim 2010 dan 2012.