free html hit counter

Berita Bintang – Membedah Potensi Wisata Danau Toba, Salah Satu Destinasi Super Prioritas Pilihan Presiden Jokowi

Berita BintangMembedah Potensi Wisata Danau Toba, Salah Satu Destinasi Super Prioritas Pilihan Presiden Jokowi

Sejak terpilih sebagai salah satu dari 4 destinasi super prioritas, pengembangan kawasan wisata Danau Toba terus digencarkan oleh pemerintah Indonesia. Dari segi aksesbilitas, Danau Toba nantinya akan didukung oleh tiga bandara sekaligus yakni, Bandara Kualanamu, Bandara Silangit, dan Bandara Sibisa.

Selain itu, akses darat pun mulai mengalami peningkatan, seiring dibangunnya jalur tol dan perbaikan Jalur Lingkar Danau Toba serta Jalur Lingkar Samosir.

Untuk tahap pertama, Kementerian PUPR telah membangun Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 km. Kemudian akan dibangun pula jalan tol Medan-Parapat.

Pembangunan infrastruktur dan aksesbilitas ini dinilai penting demi mendukung kelancaran akses wisatawan menuju kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Hal tersebut dipaparkan secara gamblang oleh Thamrin B Bachri, Dosen Pariwisata sekaligus Tim Pemenangan Wonderful Indonesia.

Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Danau Toba sudah sangat memumpuni untuk dijual di pasar dalam negeri maupun mancanegara, namun harus didukung oleh akses yang baik.

“Kita harus melihat Bali, mengapa dia mudah di jual? Tidak hanya masalah aksesbility, tapi keberadaan dari produknya itu memang saleable. Di bali kalau mau ke gunung terus ke pantai lagi hanya memerlukan waktu within one hours. Sekarang di Toba, mau ke pinggir danau dan gunung perlu waktu yang sangat banyak karena aksesnya belum selancar Bali,” tutur Thamrin dalam Seminar Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Terpadu Danau Toba, di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/11/2018).

danau toba

[ Baca Juga Berita Bintang : ” Tur Tanpa Viktoria Beckham, Ini Penjelasan Personel Spice Girls ” ]

Kemudahan akses inilah yang menjadi pertimbangan para wisatawan Nusantara, mengigat sebagian besar di antara mereka cenderung memiliki durasi liburan yang sangat terbatas. Bahkan terkadang hanya memanfaat libur akhir pekan.

“Di Bali, perjalanan dari gunung ke pantai itu banyak yang dapat disinggahi, melihat pengrajin perak, wisata kuliner, atau menyaksikan tari Barong. Coba bandingkan dengan Bandung. Kalau mau ke laut, wisatawan harus kehilangan gunung karena rata-rata waktu libur mereka hanya dua hari,” jelasnya.

Beruntung saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur dan mengembangkan amenitas di kawasan Danau Tona. Thamrin mengatakan, dengan adanya aksesbilitas serta perbaikian amenitas, packaging opportunity-nya pun diharapkan menjadi lebih banyak, serta berpeluang besar untuk dijual di pasar dalam negeri maupun internasional dilansir dari Agen Judi Bola.

danau toba

Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting dan harus menjadi perhatian pemerintah serta para pelaku wisata di Danau Toba.

“Tidak cukup dengan daya tarik saja. Ragam dari atraksinya pun harus diperhatikan. Misalnya, mengapa wisatawan menganggap Bali lebih bagus dibandingkan Thailand? Itu Karena Bali memiliki sense of cultural yang tinggi. Di Toba itu nilai kebudayaan sangat tinggi, jadi harus diangkat untuk mewarnai produk pariwisata secara keseluruhan,” papar Thamrin.

“Alamnya udah bagus, bentang alam Danau Toba bisa dijadikan spot watersport berkelas dunia. Tapi nilai-nilai budayanya juga harus diangkat, wisman kan cenderung lebih menyukai atraksi kebudayaan karena tidak dapat mereka temui di negara asalnya,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo mengatakan, Danau Toba sebetulnya memiliki nilai kebudayaan yang tidak kalah menariknya dengan Bali.

Namun ia tidak memungkiri bahwa saat ini, pihaknya tengah melakukan improvisasi agar potensi wisata ini menjadi lebih menarik di mata wisatawan.

“Kita memang lagi improve destinasi-destinasi yang ada di Toba. Jadi bukan hanya sekadar pemandangan saja yang dapat dinikmati wisatawan. Misalnya Hutan Ginjang di Tapanuli Utara, kita gali lagi dari segi story-nya,” kata Arie Prasetyo.

“Kalau Bali punya ngaben, kita juga sudah coba mempromosikan dan mengembangkan ritual-ritual yang ada di Toba, seperti upacara pernikahan, pembaptisan, dan pemberian marga. Bahkan, Toba juga punya upacara unik seperti Tana Toraja, yakni upacara Mangongkal Holic pemindahan tulang-belulang,” tutupnya.