free html hit counter

Makin Berumur, Aktris Korea Kim Hee Ae ‘Sadar Diri’

BeritaBintang – Kim Hee Ae merasa sangat beruntung karena ia masih bisa bekerja, mengingat usianya yang tidak muda lagi dan statusnya sebagai ibu dua orang anak.

Saat ini, rating drama yang dibintanginya, Mrs Cop, cukup bagus di antara slot drama yang diputar pada hari dan jam yang sama.

“Umur saya sudah 48 tahun. Saya sudah tidak terobsesi lagi dengan kecantikan dan, terus terang, kenyataan itu sangat berat. Setiap kali saya terlibat dalam setiap produksi, saya selalu berkata pada diri sendiri jika ini bisa saja jadi produksi terakhir saya. Jadi, saya harus memberikan yang terbaik. Dengan begitu, saya merasa bahagia dan selalu merasa beruntung masih bisa bekerja,” serunya.

Apalagi, ia sadar tidaklah mudah untuk bisa terus mendapat tawaran pekerjaan, sejalan dengan umurnya yang semakin tua.

“Sejalan dengan bertambahnya umur, sangat penting buat saya untuk bisa terus bekerja. Saya kadang sedih mengetahui banyak aktris seumuran sudah tidak bekerja lagi di industri ini. Jadi, saya dan aktris sebaya lainnya yang masih dapat kepercayaan berakting sebagai pemeran utama, itu merupakan suatu hal yang patut dibanggakan,” terang Kim.

Terlepas sebagai aktris, Kim Hee Ae tegaskan ia tidak pernah mengesampingkan tugas utamanya sebagai seorang ibu. Walau ia pernah melontarkan komentar kontoversi mengenai anak laki-lakinya yang susah diatur dan tidak pernah mau mendengar apa katanya.

“Membesarkan anak dan menjadi ibu bukanlah tugas mudah, terutama ketika anak kamu sudah sekolah. Saya pikir orangtua tidak boleh terlalu obsesi pada anaknya dan jangan terlalu khawatir pada mereka. Kamu tidak boleh melukai perasaan mereka, walaupun kita dalam satu keluarga. Kamu juga tidak bisa megontrol mereka hanya karena kita adalah orangtua mereka,” ujar aktris yang berperan sebagai wanita penggoda dalam serial “Secret Love Affair” ini.

Demi keluarganya itulah, Kim Hee Ae tidak malu mengakui jika bayaran tinggi sangat membantu dirinya dalam menentukan pekerjaan yang akan ia ambil.

“Jujur saja lah, siapa sih yang tidak bekerja kalau bukan karena uang? Semua orang bekerja demi kelangsungan hidup mereka. Orang tidak boleh malu jika mereka dibayar karena bakat mereka, terutama jika mereka tidak berasal dari keluarga kaya. Saya bukan manusia sempurna. Tugas utama saya di rumah suami adalah mencuci piring dan cerewet pada anak-anak layaknya seorang ibu. Jadi, jika saya juga bisa menyokong keluarga dari pekerjaan yang sangat saya cintai, itu adalah satu keberuntungan!”