free html hit counter

Berita Bintang – Makam Saad Jadi Magnet Wisatawan Muslim di China

Berita BintangMakam Saad Jadi Magnet Wisatawan Muslim di China

Penyebaran Islam di China diketahui sudah terjadi dalam waktu yang lama. Termasuk di Guangzhou meski komunitas Muslim di sana tidak sebanyak di daerah lain di China, seperti Xinjiang, Gansu, Qinghai, Ningxia, dan Xi’an. Bahkan jumlah masjid di Ibu Kota Provinsi Guangdong yang hanya empat unit itu masih kalah jauh dengan di Beijing yang diperkirakan sebanyak 76 unit.

Guangzhou sebagai bagian utama dari Provinsi Guangdong direkayasa sedemikian rupa oleh Deng Xiaoping sebagai satu-satunya wilayah di China yang terbuka bagi asing. Deng menginginkan pesatnya pembangunan ekonomi di Hong Kong yang saat itu masih di bawah kekuasaan Inggris juga merembet ke Guangzhou.

Posisi Guangzhou tergolong startegis karena berada di alur Sungai Mutiara yang muaranya menuju Laut China Selatan dan Samudera Pasifik. Tidak salah jika Guangzhou sejak dulu kala menjadi kota dagang sekaligus pintu gerbang bagi para pedagang asing yang berlayar melalui jalur selatan. Dalam peta Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 (Belt and Road) yang diprakarsai Presiden Xi Jinping, Guangzhou juga menjadi bagian utamanya.

Atas pertimbangan strategi dagang pada masa lalu itu pula, Saad bin Abi Waqqash berlabuh hingga akhir hayatnya di Guangzhou. Para sejarawan modern masih memperdebatkan keabsahan yang bisa dipertanggungjawabkan secara historis mengenai keberadaaan sahabat sekaligus paman Nabi Muhammad SAW di kota terbesar ketiga di China itu. Beberapa referensi menyebutkan bahwa Saad yang dalam literatur China ditulis dengan nama Abi Wan Gesu sudah tiga kali datang ke China.

[ Baca Juga : ” Hantoe Chart Meminta Maaf Soal Manupulasi Data Album EXO ” ]

Kedatangan yang terakhir pada tahun 651 M saat menerima mandat dari Khalifah Usman bin Affan. Kedatangan Saad pada saat itu disambut hangat oleh Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang. Sejarah pun mencatat bahwa Saad adalah orang pertama yang menyebarkan Islam di daratan Tiongkok

Jejak Islam Masjid Huaisheng yang berlokasi di Jalan Guangta No 56, Distrik Yuexiu, Guangzhou, menjadi bukti sejarah syiar Islam yang dijalankan oleh Saad. Menara setinggi 36,3 meter tidak saja menjadi pembeda Masjid Huaisheng dengan masjid-masjid lainnya di Guangzhou. Menara bercat putih itu dulunya menjadi mercusuar yang memandu perjalanan kapal saat memasuki perairan Sungai Mutiara.

Masjid yang dibangun pada tahun 627 M itu kini telah menjadi salah satu pusat peradaban Islam di China. Namun Masjid Huaisheng bukan satu-satunya karena dua tahun kemudian Saad membangun satu masjid lagi di Jalan Jiefang Bei No 901 dilansir dari Judi Bola.

Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Xianxian (artinya: teladan dan bijaksana) tersebut jaraknya relatif dekat dengan stasiun kereta api Guangzhou. Bahkan hanya beberapa meter saja dari Konsulat Jenderal RI di Guangzhou yang berlokasi di Jalan Liu Hua No 120.

Konon sebelum meninggal Saad pernah berwasiat kepada para pengikutnya agar jasadnya kelak dimakamkan di kompleks Masjid Xianxian yang dibangunnya pada tahun 629 M. Saad tidak sendiri, namun ada 40 pengikutnya yang turut menyebarkan Islam di China dimakamkan di tempat tersebut. Para peziarah memasuki pintu gerbang makam Saad bin Abi Waqqash di Guangzhou, Selasa (16/10/2018).