free html hit counter

Majalah Penthouse Tak Pernah Untung Sejak 2008

BeritaBintang –   Sejak didirikan pada 1965, majalah dewasa “Penthouse” akhirnya mengumumkan tak lagi menerbitkan edisi cetak.

Kini, majalah yang dulunya merupakan pesaing “Playboy” itu beralih ke edisi online, “penthousemagazine.com”.

Kantor Penthouse edisi cetak di New York pun ditutup dan semua operasi Penthouse yang diinduki perusahaan FriendFinder Networks, dijalankan di Los Angeles.

“Perubahan ini akan terus membuat Penthouse kompetitif di masa depan dan secara mulus akan mengombinasikan fitur-fitur bergambar kami yang tak sama dengan konten editorial, serta video broadcast kami,” ungkap CEO FriendFinder, Jonathan Buckheit, dilansir Bioskopsemi , Selasa (19/1/2016).

Di masa jayanya, Penthouse sempat punya hasil penjualan lima juta kopi dalam sebulannya. Tapi majalah dewasa yang didirikan Bob Guccione itu juga bukannya tak pernah lepas dari kontroversi.

Pada 1984, kontroversi yang dimunculkan Penthouse dengan gambar-gambar telanjang Miss America, Vanessa Williams, berujung dicabutnya lagi gelar ratu kecantikan Amerika Serikat (AS) itu.

Pada 1985, Penthouse juga pernah menerbitkan sejumlah gambar telanjang Madonna, sebelum sang diva itu naik daun dan punya nama besar hingga saat ini.

Di sisi lain, sebelum FriendFinder mengambilalih Penthouse, Guccione sempat membuat pesaing “Playboy” itu merugi, lantaran terjebak beberapa investasi yang keliru, di mana salah satunya ketika berinvestasi pada film “Caligula” pada 1979 yang merupakan produk gagal total.

Sejak saat itu, Penthouse tak pernah lagi mencapai masa kejayaan kedua. Bahkan Penthouse tak pernah meraup keuntungan lagi sejak 2008.

Pada 2013, tiga tahun setelah meninggalnya Guccione, Penthouse menyatakan diri merugi. Buntutnya, saham FriendFinder tak lagi bisa diperjualbelikan di pasar saham.