free html hit counter

Mahasiswa China Jadi Target Kejahatan di Australia

BeritaBintang –Kepolisian Melbourne, Australia berhasil menangkap 69 orang atas tindakan perampokan serta pencurian terhadap sejumlah mahasiswa asal China di Universitas Melbourne. Serangkaian kejahatan itu memunculkan kekhawatiran Konsulat Jenderal (Konjen) China terhadap keamanan warganya.

Dalam pernyataannya, Kepolisian Negara Bagian Victoria telah menjatuhkan dakwaan terhadap 13 orang dengan tindakan perampokan dan 56 orang dengan tindakan pencurian dalam insiden yang terjadi di lingkaran kampus, sub-urban Carlton, dan pusat kota Melbourne sejak 1 Januari 2016.

Kepolisian mengaku prihatin dengan tingginya angka perampokan sehingga sengaja berpatroli di sekitar kampus. “Insiden tersebut umumnya terjadi pada larut malam dengan target utama barang-barang pribadi. Meski tidak ada yang menderita luka fisik, insiden tersebut cukup membekas bagi para korban,” bunyi pernyataan kepolisian, disitat Indowins, Jumat (22/4/2016).

Mahasiswa asal China yang menjadi target pencurian telah menghubungi Konjen China di Melbourne. Wakil Konjen, Lin Jing, bersama pihak kepolisian dalam sebuah event di kampus, telah berbicara kepada warganya mengenai keamanan personal, undang-undang (UU) Victoria mengenai pencurian dan perampokan, serta perlindungan yang dapat diberikan pihak Konjen.

Polisi juga menggunakan kesempatan tersebut untuk meyakinkan mahasiswa asal China bahwa menjadi korban tindakan kriminal tidak akan berpengaruh pada status visa mereka. Merebaknya kasus tersebut membuat pihak universitas menerbitkan peringatan keamanan bagi para mahasiswanya lewat sosial media dan mahasiswa lainnya.

“Sejumlah tindakan telah dilakukan universitas, termasuk meningkatkan patroli keamanan dan menyediakan layanan pengawalan pribadi bagi mahasiswa. Universitas terus bekerja sama dengan kepolisian Victoria untuk memastikan keamanan mahasiswa dan staf,” urai juru bicara Universitas Melbourne, David Scott.

Perkumpulan mahasiswa China di Universitas Melbourne, bersama Lin, mengingatkan 3.500 anggotanya untuk tetap waspada. Kasus tersebut juga disebarluaskan oleh media-media pemerintah Negeri Tirai Bambu. Ini bukanlah yang pertama kali Universitas Melbourne menerima pemberitaan negatif tentang perlakuan terhadap mahasiswa internasional.

Pada 2009 dan 2010, sejumlah serangan brutal kepada mahasiswa asal India yang berpuncak pada penusukan seorang sarjana Akuntansi bernama Nitin Garg, membuat hubungan India dengan Australia memanas. New Delhi bahkan menerbitkan peringatan kepada para orang tua untuk tidak mengizinkan anaknya menuntut ilmu di Negeri Kanguru.