free html hit counter

Lima Janji Anies-Sandi Ini Jangan Sampai Diingkari

BeritaBintangLima Janji Anies-Sandi Ini Jangan Sampai Diingkari

Mantan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan dan pengusaha Sandiaga S Uno, sore ini, Senin, 16 Oktober 2017, akan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2017-2022.

Pelantikan rencananya akan berlangsung di Istana Negara pukul 15.30 WIB. Pelantikan akan dipimpin Presiden RI Joko Widodo.

Acara ini merupakan prosesi yang sudah sangat dinanti sebagian besar warga Jakarta. Sebab, warga Jakarta sudah tak sabar lagi menanti dan melihat Anies dan  Sandi mewujudkan janji-janji manis yang pernah mereka sampaikan di masa Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017.

Warga Jakarta mungkin masih sangat mengingat apa saja janji yang telah diucapkan Anies dan Sandi, untuk mencuri hati warga Jakarta, agar mau memilih mereka menjadi pemimpin di ibukota.

[Baca Juga -“Teror Bom di Mal Sumedang, Pelaku Beri Kode yang Mesti Dipecahkan“]

Apalagi, Anies dan Sandi mengklaim seluruh janji manis mereka itu berpihak pada wong cilik. Apa saja janji Anies dan Sandi itu?

Dilansir oleh Judi Online, ada 5 janji yang disampaikan Anies-Sandi, yaitu :

1. Setop proyek reklamasi

Saat kampanye lalu, Anies dan Sandi dengan lantang menyatakan akan menghentikan proyek reklamasi pulau di Perairan Teluk Jakarta. Alasannya, proyek itu merugikan masyarakat kecil seperti nelayan. Karena reklamasi hanya akan dinikmati orang-orang kaya saja.

“Banyak sekali programnya. Yang jelas, kami akan hentikan reklamasi yang ada sekarang. Karena tidak terbuka dan tidak berkeadilan kepada nelayan, kami akan konsisten berpihak kepada nelayan,” kata Sandi dalam debat Pilkada DKI Jakarta di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu malam, 12 April 2017.

Banyak pihak yang meragukan Anies dan Sandi bakal mampu mewujudkan janji menghentikan reklamasi. Sebab,  untuk menghentikan tak lagi cukup dengan dilantiknya Anies dan Sandi sebagai penguasa Jakarta.

Dibutuhkan bukti dan dasar yang kuat serta dapat dibuktikan di Pengadilan Tata Usaha Negara, untuk membatalkan proyek reklamasi Teluk Jakarta, yang notabene sudah dikembangkan. Dengan proses pembangunan yang sudah dilakukan di beberapa titik, artinya proyek tersebut sudah mengantongi izin penanaman modal, baik dari pusat maupun daerah.

Apalagi saat ini, seluruh sanksi administrasi alias moratorium yang pernah diberlakukan pada proyek ini, telah dicabut pemerintah.

2. DP rumah nol rupiah

Ini adalah janji manis Anies dan Sandi yang dinilai paling membuat warga Jakarta terbuai. Tapi apakah mampu pasangan ini tak mengingkari janjinya ini. Sandi menyatakan, rumah dengan Down Payment (DP) nol rupiah itu ditargetkan bisa didapatkan untuk 250 ribu warga, dengan harga Rp350 juta.

“Jadi, kita harapkan secara bertahap dari backlog yang 300 ribu itu dalam lima tahun bisa kita reduksi sejumlah 80-an persen. Dari lima tahun itu, total kita bisa bangun 250 ribu unit rumah dengan DP 0 rupiah,” kata Sandi.

Janji ini, lagi-lagi dinilai sejumlah pihak hanya bakal jadi sebuah mimpi yang tak akan terwujud. Sebab, DP nol rupiah yang dijanjikan ternyata dapat menyalahi aturan. Dalam salah satu beleid aturan Loan to Value, ditetapkan uang muka rumah minimal 15 persen.

Bahkan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengingatkan agar rencana ini ditinjau ulang, Sebab bisa menimbulkan implikasi yang tidak diinginkan oleh semua pihak. Bahkan, dengan cara DP yang rendah tersebut telah menyebabkan krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat.

“Tentu harus ada minimum untuk penyaluran kredit mortgage. Kalau nol persen, tentu itu menyalahi,” kata Agus.

Selain itu, program ini juga terbentur pada anggaran, karena tak mungkin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa mengalokasikan APBD sebesar Rp3 triliun hanya untuk program ini.

3. Tarik saham bir

Menarik saham Pemprov DKI di pabrik bir menjadi salah satu janji yang diucapkan Anies-Sandi. Meski janji ini tidak begitu mendapat respons dari masyarakat dan hanya terkesan mencari sensasi saja.

Tapi, janji ini sepertinya haram jika sampai diingkari. Sebab janji diucapkan Sandi dengan alasan bir merupakan produk haram untuk dikonsumsi sesuai ajaran agama.

Dan menurut Sandi, tak ada manfaat yang didapatkan orang banyak dari menanam saham di perusahaan bir.

“Tidak esensial sebuah pemerintah provinsi memiliki saham di perusahaan yang tidak mempunyai kepentingan bagi hajat hidup orang banyak,” kata Sandiaga di Jakarta, Minggu, 23 April 2017.

Janji ini juga mendapat kritik dari Djarot Saiful Hidayat. Karena menurut Djarot tak bisa sembarangan menarik saham Pemprov DKI di perusahaan bir PT Delta Djakarta.

Menurut Djarot, selama ini perusahaan yang memproduksi bir merek Anker tersebut cukup menguntungkan dan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Perusahaan ini cukup sehat dan setiap tahun selalu memberikan kontribusi bagi PAD, meskipun tidak begitu besar ya, kalau enggak salah sekitar hampir Rp40 miliar setahun. Semuanya masuk ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” kata Djarot pada 4 Mei 2017.

Djarot mengatakan, dari pada menjual saham Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang cukup menguntungkan, sebaiknya Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, menjual saham BUMD lain terlebih dahulu.

“Misalnya ada saham di Ratax, ada di Cemani Toka. Kalau Delta termasuk perusahaan yang baik dan untuk pendapatan BUMD itu cukup signifikan,” kata Djarot.

Djarot menuturkan, meski Pemprov DKI nantinya melepas saham di PT Delta Djakarta, perusahaan itu masih tetap akan memproduksi bir.

4. Menutup Diskotek Alexis

Janji menutup hotel dan diskotek Alexis terlontar dari mulut Anies saat menyindir mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang mempamerkan kesuksesan menutup lokasi prostitusi terselebung terbesar di Jakarta, Kalijodo di acara Debat Pilkada.

Menurut Anies, jika dia jadi Gubernur DKI, maka hotel dan diskotek yang berada di wilayah Jakarta Utara itu tak akan dibiarkan beroperasi alias akan ditutup.

Bahkan, belum lama ini Sandi lagi-lagi menyatakan akan menunaikan janji menutup Alexis. “Itu pasti akan harus dilakukan. Buat kami sesuatu yang sudah terucap akan diukur dengan aksi nyata,” kata Sandiaga di Kemang Timur, Jakarta Selatan, Kamis, 20 April 2017.

5. Stadion megah Persija

Masih segar di ingatan jika pasangan Anies-Sandi pernah menjanjikan untuk membangun stadion megah untuk jadi kandang klub berjuluk Macan Kemayoran.

Bahkan Anies-Sandi mengklaim stadion tersebut akan semegah Old Trafford, kandang Manchester United di Inggris.

Meski lagi-lagi mustahil untuk terwujud, karena keterbatasan lahan di Jakarta. Tapi, janji ini layak diwujudkan Anies-Sandi. Sebab, selama ini Persija harus berbagi kandang dengan Bhayangkara FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Persija tak lagi bisa berlaga di Jakarta karena Stadion Utama Gelora Bung Karno yang selama ini jadi kandang mereka sedang direnovasi untuk keperluan Asian Games 2018.

“Bukan cuma Jakmania dan Persija yang selalu sindir dan desak saya soal stadion. Setiap saya berkunjung ke mana pun, banyak anak-anak yang selalu bilang, ‘Pak jangan lupa bangun stadion’,” ujar Sandiaga.

Untuk mewujudkan janjinya, Sandi menyebut tentang taman BMW sebagai lokasi yang akan dibangun stadion untuk Persija.

“Setahu saya soal lahan sudah ada, di Taman BMW. Rencananya kita akan bangun stadion bertaraf internasional. Jadi Insya Allah, kita tidak akan menunggu lama lagi. Oktober (2017) setelah pelantikan, kita akan memulai itu. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pak Gede, dan beliau meminta bantuan untuk pembangunan stadion,” katanya.

Namun, untuk diketahui, Taman BMW yang disebutkan Sandi itu kini sudah dalam proses pembangunan menjadi Stadion BMW oleh Pemprov DKI.

Dan Djarot Saiful Hidayat sebagai orang yang meresmikan proyek pembangunan Stadion BMW ini, menyatakan stadion bertaraf internasional ini tak hanya berfungsi untuk kandang bagi Persija Jakarta.

“Jadi, tidak hanya Stadion Persija tapi kegiatan yang bersifat olahraga internasional juga boleh pakai,” kata Djarot di kawasan Stadion BMW, Jakarta Utara, Sabtu 9 September 2017.