free html hit counter

Lihat Kebohongan atau Kejujuran Seseorang dari Tulisan Tangan

BeritaBintang – Ingatkah Anda masa-masa Anda merasa telah dibohongi namun belum bisa membuktikannya? Atau masa saat ragu apakah orang lain berkata jujur atau tidak?

Saat ini tiap orang bisa berbohong baik itu atasan, bawahan, teman dekat, pasangan, anak hingga Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Nah, aplikasi praktis analisis tulisan tangan dan ilmu deteksi kebohongan bisa membantu menjawab semuanya itu.

Pakar Grafologi, Deborah Dewi mengatakan, semua orang bisa menemui kemungkinan dibohongi atau bahkan prasangka dibohongi namun sebenarnya belum tentu demikian.

“Kejadian tersebut dapat dicegah jika dapat membedakan mana peristiwa bohong yang benar-benar terjadi dan mana yang hanya praduga semata,” katanya di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Dikatakannya, kejujuran maupun kebohongan seseorang dapat di ketahui melalui hasil analisa tulisan tangan orang tersebut.

Apakah karakter aslinya selaras dengan karakter yang dia tampilkan? Apakah seorang ART yang mengaku cinta anak-anak memang benar demikian adanya?

“Tulisan tangan sendiri adalah hasil interaksi dari banyak struktur dan sirkuit di otak,” katanya.

Itulah mengapa jika tidak memiliki tangan, seseorang masih bisa menulis dengan kaki, mulut atau bahkan anggota tubuh lainnya.

“Ini karena digerakkan oleh otak, maka tulisan tangan bisa dianalisa untuk melihat kepribadian penulisnya,” tambah Deborah.

Proses analisa untuk deteksi kebohongan disempurnakan secara spesifik dengan ilmu deteksi kebohongan yang mencakup forensic interview dan behavior analysis misalnya analisa facial micro expression.

Pakar Deteksi Kebohongan, Handoko Gani, MBA, BAII mengatakan, tiap percakapan dengan orang lain, tidak ada tanda pasti bahwa seseorang tersebut berbohong.

Padahal selama ini, pemahaman umum yang beredar adalah mata yang tidak eye-contact ketika berbicara, tangan yang menggaruk-garuk maupun suara yang gugup diyakini sebagai tanda berbohong.

Semua orang bisa memperkaya diri untuk mempelajari cara deteksi bohong dengan cara memodifikasi pertanyaan-pertanyaan dan cara ngobrolnya (interview) agar bisa optimal menggali informasi sejujur-jujurnya. Cara ini efektif untuk membantu agar Anda tidak mudah dibohongi.

Dalam waktu dekat, para karyawan, para profesional, praktisi HRD, para orangtua, serta pebisnis startup berkesempatan untuk berkenalan dengan kombinasi aplikasi praktis ilmu Grafologi oleh Deborah Dewi (Handwriting Analyst) dan ilmu Deteksi Kebohongan oleh Handoko Gani (Human Lie Detector), agar terbebas dari rasa takut dibohongi di masa mendatang.

Aplikasi praktis ini dipaparkan melalui Festival Bohong Indonesia (FBI) 2015, sebuah wadah belajar agar Anda tidak mudah dibohongi.

FBI 2015 akan digelar pada bulan November 2015 tepatnya mulai 7 – 21 November dan dikemas dalam bentuk edutainment berupa film dan rangkaian live drama performance (sketsa panggung) yang terdiri dari lima topik yakni rekrutmen untuk start-up, kesetiaan, teamwork, anak dan ART, ngantor vs usaha sendiri.