free html hit counter

Lewat ICST, Badan Pariwisata Dunia Dukung Indonesia Raih 20 Juta Wisman

BeritaBintang –  Lewat ICST, Badan Pariwisata Dunia Dukung Indonesia Raih 20 Juta Wisman

INDONESIA menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019. Karenanya, berbagai aspek harus dikebut untuk mencapai target tersebut.

Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan digelarnya Konferensi Internasional Pariwisata Berkelanjutan (International Conference on Sustainable Tourism) 2017 di Yogyakarta pada 31 Oktober – 1 November 2017. ICST diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Badan Pariwisata Dunia (United Nations World Tourism Organization/UNWTO), Global Sustainable Tourism Council, SECO (Pemerintah Swiss), Universitas Gadjah Mada, dan UNSDSN.

“Karena (Indonesia) akan mendapatkan kunjungan wisman 2019, kita harus punya destinasi standar global. Salah satu yang dikeluarkan UNWTO adalah Sustainable Tourism Destination (STD). Tahun 2017 UNWTO memang mendeklarasikan sebagai tahunnya sustainable tourism,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman dalam konferensi pers di Gedung Sapta Agen Judi Online, Selasa (24/10/2017).

Acara ini digelar sebagai media untuk mengakselerasikan dan memastikan kemajuan penerapan pembangunan pariwisata berkelanjutan dengan tiga programnya, yakni destinasi pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism Destination), Observatorium Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Observatory), dan Sertifikasi Pariwisata Bekelanjutan (Sustainable Tourism Certification).

{ Baca Juga, ” Bakal Balapan di Sepang, Iannone Berharap Ulangi Kecemerlangan di Pramusim ” }

Konferensi ini akan dibuka oleh Gubernur Provinsi Daerah Istimewa  Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan akan ditutup oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Sedangkan untuk pembicara, akan ada beberapa pembicara dari 9 negara.

Beberapa pembicara utamanya di antaranya adalah Dirk Glaesser (Director for Sustainable Development of Tourism UNWTO), Prof. Chris Cooper (Department of Business and Management, Oxford Brookes University, UK), Randy Durband (GSTC Chief Executive Officer), Mari Elka Pangestu (President of United  in Diversity), dan Hermawan Kertajaya (Founder and Chairman of MarkPlus Inc.).

Acara ini diharapkan dapat mempercepat penerapan pariwisata berkelanjutan yang dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Selain itu, mendorong perekonomian masyarakat, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas lingkungan.

“Konferensi ini untuk mengukur 3 indikator, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Berhasil atau tidaknya akan diukur dengan 3 indikator tersebut,” kata Dadang.

Selanjutnya, konferensi ini juga diharapkan dapat membantu percepatan pencapaian peningkatan kualitas destinasi dan target kunjungan 20 juta wisman pada 2019. ICST, lanjut Dadang, juga menjadi wadah bagi semua destinasi untuk berbagi pengalaman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan. Dengan ICST, diharapkan peringkat daya saing Indonesia yang saat ini berada di posisi 42 dari 136 negara dapat naik ke peringkat 30 pada 2019.

Dalam acara ini, 11 kabupaten/kota dan universitas akan turut serta dan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama yang akan menjadi dasar bagi pembentukan Pusat Monitoring Observatorium Pariwisata Berkelanjutan. Selain itu, dalam kesempatan itu juga Kemenpar akan melaunching Forum Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Observatory (WINSTO), Forum Sustainable Tourism Destination (STD), dan Indonesia Sustainable Tourism Dashboard.