free html hit counter

Legenda F1 Kecewa Performa Raikkonen

BeritaBintangVANTAA – Legenda Formula 1 (F1), Mika Hakkinen, mengungkapkan kekecawaannnya pada performa pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen pada Grand Prix (GP) Australia beberapa waktu lalu. Wajar jika mantan juara dunia F1 dua kali itu peduli, keduanya berasal dari satu Negara, yaitu Finlandia.

Sekedar flashback, saat pensiun 2001 lalu, Hakkinen mendesak Ron Dennis untuk menggaet kompatriotnya itu sebagai penggantinya di Tim McLaren. Raikkonen tampil impresif bersama Sauber kala itu dan dianggap sebagai rookie yang sangat potensial.

Sayangnya, pembalap 35 tahun itu gagal membawa kejayaan bagi tim yang berbasis di Inggris tersebut. Justru ketika Raikkonen pindah ke Ferrari pada 2007, ia berhasil meraih gelar juara dunia.

Di GP Australia, pembalap yang juga pernah berlaga di World Rally Championship (WRC) dan NASCAR ini gagal mencapai garis finis. Raikkonen harus rela tidak meraih poin karena terjadi kesalahan pemasangan pada ban belakang mobilnya. Padahal dia sempat nyaman di posisi lima besar.

Hakkinen menyayangkan performa buruk Raikkonen. Apalagi jika dibandingkan performa pembalap baru tim Kuda Jingkrak, Sebastian Vettel yang tampil cukup meyakinkan.

“Jujur saja, saya mengharapkan lebih dari Kimi (Raikkonen) di Australia. Seharusnya dia punya keuntungan dibanding Sebastian (Vettel) karena dia sudah lebih lama di Ferrari. Tapi, kenyataan nya Kimi tampil mengecewakan,” ujar pembalap yang berjaya di akhir 90-an.

Di tempat lain, legenda McLaren lainnya, David Coulthard, malah memuji performa Vettel yang sukses finis ketiga di Australia.

“Inilah Sebastian yang sebenarnya, The Old Sebastian telah kembali. Dia membawa mentalitas kemenangan pada tim Ferrari. Saya yakin dia akan menjadi kompetitor serius bagi duo Mercedes untuk musim ini. Dia membawa impact yang besar bagi Toro Rosso dan Red Bull, tidak ada alasan tidak bersinar di Ferrari baginya,” ujar pria yang memulai debutnya pada 1994 tersebut seperti dikutip dari Bild.

Rasanya memang cukup sulit bagi Ferrari untuk mematahkan dominasi Mercedes musim ini. Raikkonen sendiri tampil buruk tahun lalu, mantan pembalap Lotus itu hanya mampu berada di peringkat 12 klasemen akhir pembalap.

Well, tampaknya harapan besar Ferrari memang ada di pundak Vettel. Juara dunia empat kali tersebut masuk di Ferrari musim ini mengisi slot yang ditinggalkan Fernando Alonso yang hijrah ke McLaren-Honda.